Menteri Basuki Cek Pembangunan Tol Pemalang-Batang

138

KAGAMA.CO, PEMALANG – Setelah mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meminjau Pasar Atas di Bukittinggi, Sumatera Barat yang terbakar beberapa hari lalu, Sabtu (4/11/2017), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau progres pembangunan tol Pemalang-Batang di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 39,2 km, Minggu (5/11/2017).

Menurut Menteri Basuki, pembangunan ruas tol tersebut membutuhkan teknik konstruksi khusus karena keberadaan tanah lunak yang tebal (soft soil) dengan kandungan air  tanah yang tinggi. Untuk itu, diputuskan konstruksi sebagian jalan sepanjang 4,6 km menggunakan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM). Sementara, ruas lainnya menggunakan Teknik Pre Loading.

Pembangunan ruas tol Pemalang-Batang membutuhkan teknik konstruksi khusus, yakni teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) dan Teknik Pre Loading  karena keberadaan tanah lunak yang tebal (soft soil) dengan kandungan air  tanah yang tinggi [Foto ISTIMEWA]
Pembangunan ruas tol Pemalang-Batang membutuhkan teknik konstruksi khusus, yakni teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) dan Teknik Pre Loading
karena keberadaan tanah lunak yang tebal (soft soil) dengan kandungan air tanah yang tinggi [Foto ISTIMEWA]
“Kita menggunakan teknologi vacuum yang serupa dengan yang dilakukan di Tol Palembang-Indralaya, karena terbukti lebih cepat pengerjaannya. Juga tidak perlu material tanah sebagai beban sementara seperti teknik Pre Loading, sehingga meminimalisir penggunaan alat berat,” ujar Menteri Basuki.

VCM dimaksudkan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak dengan melakukan pemompaan vakum pada tanah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat mempercepat stabilisasi tanah sehingga mengurangi risiko amblas.

“Untuk pelaksanaan VCM di ruas Tol Pemalang-Batang telah disiapkan mesin pompa sebanyak 230 buah,” ujar Menteri Basuki.