Kementerian PUPR Percepat Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Jepang

86

KAGAMA.CO, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Mantan Perdana Menteri Jepang Mr. Yusuo Fukuda periode 2007-2008 selaku Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia di Kantor Kementeriaan PUPR, Jakarta, Jumat (27/10/17) setelah diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut juga hadir utusan khusus Presiden Joko Widodo untuk Jepang, Rachmat Gobel.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur PUPR sebagai bentuk komitmen kerja sama bilateral Indonesia-Jepang. “Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya, untuk menyamakan persepsi dan mendetailkan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Menteri Basuki.

Pertemuan  Menteri PUPR Basuki dengan Mantan Perdana Menteri Jepang Mr. Yusuo Fukuda    membahas percepatan pembangunan infrastruktur PUPR sebagai bentuk komitmen kerja sama bilateral Indonesia-Jepang [Foto ISTIMEWA]
Pertemuan Menteri PUPR Basuki dengan Mantan Perdana Menteri Jepang Mr. Yusuo Fukuda membahas percepatan pembangunan infrastruktur PUPR sebagai bentuk komitmen kerja sama bilateral Indonesia-Jepang [Foto ISTIMEWA]
Secara rinci, Menteri Basuki menyebutkan proyek-proyek yang akan dipercepat pelaksanaannya adalah Mass Rapid Transport (MRT), Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Jalan Akses Pelabuhan Patimban, Sistem Pengolahan Limbah Terpusat DKI Jakarta (Jakarta Sewerage System), dan juga Jalan Tol Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru.

Khusus mengenai infrastruktur PUPR, Pemerintah Jepang berkomitmen mendukung pendanaan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Padang – Bukit Tinggi – Pekanbaru di Sumatera Barat-Riau sepanjang 40 km dari total 255,8 km, termasuk terowongan sepanjang 7 km. Diperkirakan biaya konstruksi total sebesar Rp65 triliun, dengan masa konstruksi 2018-2023.

“Kami mendorong pembangunan tunneling atau terowongan pada jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru yang akan dibiayai oleh JICA termasuk jalan penghubungnya,” ungkap Menteri Basuki.