Upaya Pemerintah Menjaga Ketahanan Pangan dari Hulu Hingga Hilir

31
Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti, MP mengatakan, Kemenko Perekonomian melakukan kolaborasi dengan seluruh BUMN, BUMD, serta pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Foto: Ist
Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti, MP mengatakan, Kemenko Perekonomian melakukan kolaborasi dengan seluruh BUMN, BUMD, serta pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Saat Covid-19 mulai mewabah, pergerakan di sektor pangan mengalami perubahan. Kontraksi permintaan makanan di bidang pariwisata dan event mendadak menurun, karena banyak aktvitas di bidang tersebut dihentikan.

Sementara di bidang ritel, permintaan bahan pangan semakin meningkat, yakni ketika masyarakat mulai banyak beraktivitas di rumah untuk menghindari penularan Covid-19.

Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti, MP, menerangkan, perubahan juga terjadi pada pola transaksi berbelanja.

“Orang mulai banyak bertransaksi online untuk membeli kebutuhan pangan. E-commerce khusus yang bergerak di bidang kebutuhan pangan, jumlahnya juga semakin meningkat hingga tiga kali lipat,” ujarnya.

Hal tersebut dia sampaikan dalam diskusi yang bertajuk Kolaborasi Menjaga Ketahanan dan Kemandirian di Masa Pandemi Covid-19, yang digelar oleh Desa Apps beberapa waktu lalu.

Baca juga: Presiden Jokowi Fokus Lakukan Pemulihan Lingkungan di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu, terjadi pula perubahan alur pasokan. Yuli melihat, pasokan bahan pangan mulai berkurang di pasar tradisional dan mulai bergerak ke pasar modern.

“Masyarakat kini sangat jeli memperhatikan kebersihan bahan pangan. Mereka memastikan bahan pangan yang dibeli tidak terkontaminasi,” ujarnya.

Dengan berbagai perubahan tersebut, Yuli beserta jajarannya menentukan beberapa kebijakan untuk mendorong ketahanan pangan agar terhindar dari ancaman krisis.

Sesuai dengan arahan Presiden, pihaknya terus berusaha menjaga ketersediaan pangan dari dalam negeri maupun dari impor.

Alumnus Manajemen Sumber Daya Perikanan UGM angakatan 1997 ini menjelaskan, secara teknis mereka melakukan monitoring pola tanam, produksi, dan harga pangan. Termasuk juga memastikan ketersediaan modal bagi petani.

Baca juga: Jebolan FEB UGM Ini Sebut Pembangunan Desa Penting untuk Kurangi Kemiskinan