Dengan adanya pemeriksaan ini, pasien yang dirawat di tenda perlahan-lahan mulai dipindahkan ke dalam setelah diberi penjelasan mengenai keamanan bangunan. “Korban bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik di dalam rumah sakit,” ungkapnya.

Tim pemeriksa bangunan merupakan tim tambahan yang dikirim UGM untuk membantu korban gempa bumi di Lombok. Tim yang terbentuk dari Departemen Teknik Sipil UGM ini memiliki tugas untuk melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan yang terdampak gempa.

Ashar mengungkapkan ke depan UGM akan terus mengirimkan bantuan, baik teknis, non teknis, dan logistik. “Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian UGM kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Humas UGM/Hakam;foto: Tim DERU)