KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dekan Fakultas Biomedical Sciences, National Health University, California, USA, Prof. Taruna Ikrar, Ph. D., mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Farmasi UGM, Jumat (3/11/2017) di kampus setempat. Dalam kesempatan itu Ikrar mengajak mahasiswa UGM untuk berpikir keratif dan terus berinovasi.

“Harus berpikir out of the box untuk bisa menghasilkan ide dan inovasi untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Nominator peraih penghargaan Nobel bidang Kedokteran 2016 ini sengaja diundang untuk memotivasi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM. Ikrar merupakan ilmuwan Indonesia yang banyak menghasilkan penelitian dan mendapatkan pengakuan dunia.

Menyampaikan materi tentang “Biological Drugs Discovery and Development”, pria dengan 63 penemuan dan 3 hak paten di bidang kedokteran ini menyebutkan bahwa perkembangan di bidang kesehatan dan kefarmasian berjalan cukup pesat. Kemajuan tersebut telah melahirkan berbagai penemuan baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

“Banyak peluang untuk kita di Indonesia menghasilkan berbagai temuan, termasuk di bidang farmasi, mengingat potensi sumber daya alam bangsa ini cukup beragam. Menjadi tantangan untuk mengembangkan obat-obat baru,” katanya.

Menurutnya, pendekatan biologi sangat diperlukan dalam pengembangan obat-obat baru. Salah satunya adalah advance medicine yang pengembangannya telah diterapkan di Amerika Serikat.

Advance medicine merupakan teknologi kedokteran moderen yang efektif untuk mengobati berbagai penyakit kronis maupun degenerative, seperti diabetes, hipertensi, alzhimer, dan parkinson.

“Pengobatan dengan obat konvensional kurang efektif karena hanya menghilangkan gejalanya saja tetapi tidak mengobati penyakitnya. Namun, Advanced medicine ini bisa mengobati penyakit-penyakit yang susah disembuhkan,” katanya.

Metode ini belum ada di Indonesia. Oleh sebab itu, Ikrar mencoba untuk menyampaikan ilmunya kepada mahasiswa Fakultas Farmasi UGM agar nantinya dapat dikembangkan di Indonesia.

“Di Indonesia memang belum ada. Saya coba transfer ilmunya agar nantinya bisa dikembangkan di Indonesia” harapnya.

Sumber :

Bagian Humas dan Protokol UGM