Prioritaskan Perbaikan Tanggul dan Pengerukan Sungai Bekasi

240
Ketinggian air banjir saat menggenangi Perumahan Kemang Ifi. Foto : Istimewa
Ketinggian air banjir saat menggenangi Perumahan Kemang Ifi. Foto : Istimewa

KAGAMA.CO, BEKASI – Perbaikan tanggul dan pengerukan sedimen di Sungai Bekasi harus menjadi prioritas agar bencana banjir yang dialami warga Perumahan Kemang Ifi dan warga perumahan lainnya yang tinggal dekat bantaran sungai tak kembali terulang di masa mendatang.

Harapan ini disampaikan warga Perumahan Kemang Ifi yang menjadi korban banjir di awal tahun 2020.

“Pengerukan sedimen dan perbaikan tanggul di Sungai Bekasi harus dilakukan oleh para pihak terkait seperti Pemerintah Kota Bekasi maupun pihak terkait lainnya agar banjir bisa dicegah atau minimal dampaknya bisa diperkecil di masa mendatang,” tutur Lukman Affandi, Ketua RT 06/RW 07, Perumahan Kemang Ifi, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Perumahan Kemang Ifi sendiri merupakan kawasan rawan banjir karena letaknya dekat lintasan Sungai Bekasi.

Tahun 2012, Perumahan Kemang Ifi pernah mengalami banjir tapi kejadiannya tidak sebesar dengan banjir yang dialami warga pada awal tahun 2020 ini.

Baca juga: Himpuni Berikan Bantuan pada Warga Terdampak Banjir di Kemang Ifi

Menurut Lukman, di tahun 2012, ketinggian air maksimal hanya mencapai sekitar 1,5 meter, namun di awal tahun 2020 ini ketinggian air yang menerjang perumahan warga mencapai lebih dari dua meter.

“Curah hujan begitu tinggi sehingga debit air tidak tertampung di Sungai Bekasi.”

“Hal ini diperparah karena Sungai Bekasi mengalami pendangkalan akibat proses sedimentasi selama bertahun-tahun.”

“Akibatnya, tanggul di RT 1, RT 2 jebol, tanggul di RT 9 yang berbatasan dengan RW 14 juga jebol,” jelas Lukman kepada KAGAMA, Minggu (12/1/2020).

Timbunan lumpur, sampah, dan puing mesti dibersihkan pascabanjir di Perumahan Kemang Ifi. Foto: Josep/KAGAMA
Timbunan lumpur, sampah, dan puing mesti dibersihkan pascabanjir di Perumahan Kemang Ifi. Foto: Josep/KAGAMA

Lukman berpandangan, perbaikan tanggul mesti diikuti dengan pengerukan Sungai Bekasi agar daya tampungnya jadi lebih besar dan aliran air lebih lancar.

Bila tidak dilakukan maka banjir besar akan selalu jadi ancaman bagi semua warga yang lokasi tempat tinggalnya dekat bantaran Sungai Bekasi.

Terakhir kali Sungai Bekasi diperlebar oleh Pemerintah Kota Bekasi sekitar tahun 1990-an dan hingga kini belum pernah dikeruk sama sekali.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan permintaan pengerukan Sungai Bekasi pada Pemkot tapi tidak ada tindakan sama sekali.”

“Kami sangat berharap Pemda dan para pihak terkait mau turun tangan untuk memperbaiki tanggul dan mengeruk Sungai Bekasi,” ujar Edi Percayadi, Ketua RW 7 Perumahan Kemang Ifi.

Bantuan Himpuni

Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) terus bergerak membantu warga terdampak banjir di Perumahan Kemang lfi, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Setelah melalui rangkaian assessment yang dilakukan tim KagamaCare, Himpuni Peduli Banjir bergerak sejak tanggal 9 Januari 2020 dan puncak aksinya adalah bakti sosial yang melibatkan relawan dari beberapa perguruan tinggi negeri seperti Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Diponegoro (Undip), Keluarga Alumni (KA) Universitas Soedirman (Unsoed), IKA Universitas Brawijaya (UB), IKA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ikatan Alumni (IA) Institut Teknologi Bandung (ITB), IA Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNVI), IKA Universitas Negeri Jakarta (UNJ), IKA Universitas Terbuka (UT), Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni), dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Baca juga: Himpuni Sediakan Air Bersih dan Rawat Kesehatan Warga Kemang Ifi

“Program yang telah dilakukan pada bakti sosial ini, diantaranya adalah penyampaian paket alat kebersihan dan sembako sebanyak 650 paket, diberikan pada 650 orang warga dan diserahterimakan melalui perwakilan dari 14 RT.”

“Program lain yang sudah dilakukan sejak 9 Januari 2020 adalah penyediaan air bersih dengan pemanfaatan mobile water purifier yang selama empat hari aksi peduli sudah mendistribusikan air siap minum sebanyak 6000 liter,” tutur Ketua Panitia Bakti Sosial Himpuni Sis Apik Wijayanto.

Untuk program kesehatan, dibuka posko medis dengan tiga dokter dari UGM dan UB serta 14 orang mahasiswa Koas (ko-asisten) dari UGM yang siap melayani warga.

Mobil truk pengangkut dari Himpuni membantu warga membersihkan sampah di perumahan Kemang Ifi. Foto : Josep/KAGAMA
Mobil truk pengangkut dari Himpuni membantu warga membersihkan sampah di Perumahan Kemang Ifi. Foto: Josep/KAGAMA

Posko kesehatan ini sangat bermanfaat bagi warga sehingga setelah selesai acara bakti sosial, posko ini tetap dilanjutkan oleh IKA UB melalui pendampingan kesehatan bayi dan balita yang rentan wabah diare.

Dari testimoni warga diperoleh cerita bahwa pada saat banjir, Perumahan Kemang Ifi ini bahkan terendam sedalam lebih dari dua meter akibat jebolnya tanggul sungai di belakang perumahan.

Untuk itu secara fisik, aksi Himpuni Peduli Banjir juga menurunkan relawan yang membantu warga untuk melakukan perbaikan tanggul guna mencegah terulangnya kembali banjir sekaligus melakukan pembersihan sampah dengan alat berat wheel loader dan dumptruck.

Bantuan alat berat ini mempercepat pembersihan sampah di lokasi.

“Setelah aksi bakti sosial ini, Himpuni memberikan asistensi untuk penanganan tanggul sekaligus rencana aksi ke depannya,” pungkas Ketua Umum IKA UB Ahmad Erani Yustika. (Josep)