Perhatikan ASUH Sebelum dan Sesudah Penyembelihan Hewan Kurban

186
drh. Heru Susetya,M.P.,Ph.D., Ketua Departemen Kesmavet Kedokteran Hewan UGM. Foto: Wempi
drh. Heru Susetya,M.P.,Ph.D., Ketua Departemen Kesmavet Kedokteran Hewan UGM. Foto: Wempi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Salah satu tradisi keagamaan yang jamak kita saksikan saat Hari Raya Idul Adha, adalah selain salat Ied juga diadakan penyembelihan hewan kurban.

Di hari itu ribuan hewan berupa kambing, domba, dan sapi disembelih sebagai ritual tradisi mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim A.S.

Karena banyaknya hewan kurban yang disembelih ada kalanya kita kurang memperhatikan kelayakan hewan kurban baik sebelum disembelih, pemotongan, penyimpanan, bahkan saat akan dimasak.

Untuk mendapatkan hewan kurban yang layak dan sesuai dengan syariat agama, menurut Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, drh. Heru Susetya, M.P., Ph.D. harus memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Memastikan Kelayakan Hewan Kurban

Langkah awal untuk mendapatkan hewan kurban yang layak dan sesuai syariat agama diawali dengan peduli dari mana hewan kurban berasal.

“Masyarakat yang akan membeli hewan kurban harus tahu apakah hewan kurban yang dibeli berasal dari daerah wabah antraks atau tidak,” kata Heru kepada KAGAMA, belum lama ini.

Untuk mengetahui apakah hewan kurban memang sehat, masyarakat bisa meminta penjual untuk menunjukkan ada tidaknya surat keterangan dari dinas pertanian dan peternakan setempat.

Surat tersebut membuktikan bahwa hewan kurban yang dijual memang sehat dan tidak berasal dari daerah wabah antraks.

Baca juga: Kagama Gelanggang Berikan Bantuan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Selain itu, pembeli juga bisa mengetahui hewan kurban yang akan dibeli memang layak untuk disembelih dengan mengamati sejumlah ciri fisik hewan tersebut.

Yang utama, pastikan bahwa hewan yang akan disembelih telah cukup umur.

Untuk kambing dan domba usianya telah satu tahun, dan sapi dua tahun.

Untuk mengetahuinya bisa dilihat pada bagian gigi kambing, domba, atau sapi telah tumbuh gigi tetap pada gusi depan.

Ciri lainnya, hewan kurban menunjukkan nafsu makan yang baik.

Baca juga: Liburan Semester ala Mahasiswa Jadul UGM; Dari Upacara, Bar Mini, hingga Menggelar Pernikahan

“Hewan kambing, domba, dan sapi merupakan hewan memamah biak, sehingga dalam kondisi diam pun hewan tersebut selalu terlihat mengunyah atau dalam bahasa jawa nggayemi,” ujar Heru.

Selain itu, hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari kulit yang besih, tidak ada luka, mampu berjalan teratur di atas keempat kakinya (tidak cacat), pernafasan tenang, teratur, dan tidak batuk.

Perhatikan juga pada bagian kepala hewan kurban, hewan memiliki sepasang mata yang jernih dan terang.

Selaput lendir mata hewan basah dan berwarna merah muda.

Ciri fisik lain hewan kurban yang layak dismebelih yaitu tidak sedang diare dan tidak menunjukkan stress atau kelelahan fisik.

Jika memang sedang stress atau kelelahan fisik sebaiknya penyembelihan ditunda sampai hewan kurban kembali sehat.

Baca juga: Bhagas Gamada Berusia 15 Tahun Kuliah di Program IUP Biologi