Pengakuan Siswa yang Ikut Ganjar Blusukan: Ternyata Jadi Gubernur Tak Enak

81
Ternyata jadi gubernur itu sangat melelahkan, Saya kira hanya duduk di kantor, ternyata tidak seenak itu. Foto: Humas Pemprov Jateng
Ternyata jadi gubernur itu sangat melelahkan, Saya kira hanya duduk di kantor, ternyata tidak seenak itu. Foto: Humas Pemprov Jateng

KAGAMA.CO, BREBES – Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin untuk mengajarkan tentang kepemimpinan kepada masyarakat.

Salah satunya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melalui program ‘Sehari Bersama Gubernur’.

Program tersebut dilakukan oleh alumnus Fakultas Hukum UGM ini guna mengedukasi pelajar.

Melansir Humas Pemprov Jateng, ada enam siswa sekolah menengah atas yang diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan Ganjar Pranowo menjadi Gubernur selama satu hari.

Enam siswa tersebut adalah Syaqila Luthfia (SMA Negeri 1 Boja, Kendal), Angga Yoga Pratama (SMA Negeri 1 Purworejo), Fauzi Hilmawan (SMA Islam Sudirman, Ambarawa), Aji Kurniawan (SMAN Jateng di Pati) dan Rizki Abdi Suroso (SMKN 1 Juwangi, Boyolali).

Baca juga: Klitih Pelajar Jogja Bermula dari Candu Gadget dan Ketidakpedulian Orang Tua

Mereka merupakan orator yang hadir dalam acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Para siswa diajak meninjau lokasi banjir di Kabupaten Brebes, Selasa (14/1/2020).

Bersama Ganjar, mereka blusukan meninjau rumah-rumah terdampak banjir, melintasi jalan yang becek dan berlumpur, melihat tanggul yang jebol, serta melakukan koordinasi dengan pejabat setempat.

Ganjar mengaku sengaja mengajak mereka agar mendapat pengetahuan tentang penanganan dan penanggulangan bencana alam dengan terjun langsung ke lapangan.

“Pelajar yang Saya ajak ini merupakan anak-anak hebat yang dulu berorasi dalam kampanye antikorupsi, tujuannya agar mereka mempelajari cara penanggulangan bencana, serta memahami kondisi sosial masyarakat,” tutur Ganjar, yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama ini.

Baca juga: Tindakan Saling Serang AS-Iran Menurut Hukum dan Kebijakan