Peluncuran Majalah KAGAMA di Grha Sabha Pramana UGM

6
Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, Ph D menerima Majalah KAGAMA dari Pemimpin Redaksi drg Eddy Purdjanto disaksikan Direksi Keuangan dan Risiko BNI Rico Rizal Budidarmo (foto: ans)

BULAKSUMUR, KAGAMA. Peluncuran Majalah KAGAMA menandai puncak rangkaian acara Dies Natalis UGM ke-67, Senin (19/12/2016) di Auditorium Lantai 2 Grha Sabha Pramana Kampus UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Peluncuran media komunikasi alumni UGM edisi perdana Januari 2017 ini dilaksanakan secara simbolik oleh Pemimpin Redaksi Majalah KAGAMA drg Eddy Purdjanto menyerahkan satu eksemplar Majalah KAGAMA kepada Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, M Sc, Ph D.

Peluncuran Majalah KAGAMA dilaksanakan satu rangkaian dengan peluncuran Digital Innovation Center dan peluncuran UGM Mall. Hadir dalam acara yang menjadi bagian dari Rapat Terbuka Majelis Wali Amanat UGM itu, antara lain Pimpinan Majelis Wali Amanat UGM Prof Dr Pratikno, M Soc Sc yang tengah menjabat Menteri Sekretaris Negara, Direksi SIXCAP (Six Capital) Patrick Tang (Singapura) dan George Iwan Marantika selaku Presiden Direktur SIXCAP Group (Indonesia), serta Direktur Keuangan dan Risiko BNI Rico Rizal Budidarmo, Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr dr Sutaryo, Sp. AK yang juga menyampaikan Pidato Ilmiah, Dr Gatot Murjito selakup penerima penghargaan UGM Award, serta segenap civitas akademika Kampus Biru dan tamu undangan.

Peluncuran secara simbolik untuk program Digital Innovation Center  ditandai oleh Patrick Tang yang memberikan sebuah smartphone kepada Rektor UGM. Demikian pula Rico Rizal Budidarmo yang meluncurkan program portal inovasi UGM Mall.

Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, M Sc Ph D usai acara kepada redaksi kagama.co menjelaskan program Digital Innovatipn Center sebagai upaya civitas akademika UGM mengembangkan teknologi informasi untuk menjembatani dan meminimalisasi kesenjangan antara desa dan kota. Sehingga, kesenjangan antara daerah marginal dan urban dapat terkikis. Terutama bagi masyarakat di desa  dalam  mengakses informasi masalah kesehatan, penguatan kedaulatan pangan, dan penataan aset lahan.

“Untuk user terbuka. Desa sekarang sudah maju, bisa akses IT. Nanti juga kita sosialisasikan lewat program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Terutama yang muda-muda juga sudah melek smartphone,” ucapnya. (rts)