Pelaku Usaha dan Konsumen Jangan Terlena dengan Tren Bisnis Digital

55
Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, besar Guru Besar Departemen Manajemen FEB UGM mengibaratkan bisnis digital layaknya buble, melambung tinggi tetapi akhirnya akan pecah. Foto: Harnas.co
Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, besar Guru Besar Departemen Manajemen FEB UGM mengibaratkan bisnis digital layaknya buble, melambung tinggi tetapi akhirnya akan pecah. Foto: Harnas.co

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, besar Guru Besar Departemen Manajemen FEB UGM mengibaratkan bisnis digital layaknya buble, melambung tinggi tetapi akhirnya akan pecah.

Ia khawatir dengan buble-buble yang pernah terjadi di negara maju akan terjadi di Indonesia.

”Banyak startup mengira perusahaan akan tumbuh seiring dengan kenaikan jumlah user, jumlah visitor, dan user review,” ujar Agus dalam Orasi Ilmiahnya pada Rapat Senat Terbuka di Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM, Kamis (19/9/2019).

Padahal kunci pertumbuhan penjualan tetap pada kenaikan profit dan revenue.

Menurut Prof Agus Sartono (kanan), pemerintah perlu mengantisipasi agar perusahaan tidak diambil oleh bangsa lain. Foto: Kinanthi
Menurut Prof Agus Sartono (kanan), pemerintah perlu mengantisipasi agar perusahaan tidak diambil oleh bangsa lain. Foto: Kinanthi

Baca juga: Pendanaan Startup Berisiko, Pemerintah Perlu Tingkatkan Pengawasan

Sementara mereka menghabiskan banyak dana operasional untuk kegiatan promosi yang agresif.

Bagi pelaku usaha, kata Agus, perlu mencermati munculnya unicorn dan decacorn.

Dikatakan oleh Agus, jika modal besar yang masuk itu sifatnya sesaat bukan dalam bentuk investasi, maka ini rawan sekali menjadi buble dan memberikan dampak buruk.

Akan lebih baik bila startup, selain memanfaatkan informasi, juga melakukan investasi riil.

Baca juga: Menkes Nila Imbau Masyarakat Belajar Hidup Sehat dari Jepang