KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kehadiran  Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan oleh panitia Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM). Andaikata Jokowi yang juga alumnus dari Fakultas Kehutanan UGM lulus 1985 itu benar-benar datang mengikuti acara Dies Natalis ke-68 UGM, maka Rektor UGM menyatakan kesiapannya.

“Kami tentu menginginkan (kegiatan Dies Natalis ke-68 UGM) dihadiri Presiden. Kita berharap Presiden datang. Bila benar-benar rawuh, kita dalam posisi siap,” kata Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. kepada wartawan, Kamis (14/12/2017) di Ruang Majelis Wali Amanat Gedung Pusat UGM.

Rektor UGM didampingi Ketua Kamenwagama Budi Setiono, Wakil Ketua Panitia Dies Natalis ke-68 UGM Dr. Sindung Tjahyadi, Dr. Y. Tri Mastoyo, Dr. Cahyaningrum Dewojati, dan Drs. Hendrie Adji Kusworo, M. Sc., Ph. D.

Dr. Y. Tri Mastoyo menjelaskan pelaksanaan rangkaian Dies dengan tema Bersama UGM Bela Bangsa dan Negara, antara lain parade gamelan, Pekan Olahraga Dies, pertunjukan kolaborasi wayang orang dan wayang kulit lakon Rama Bargawa, Nitilaku Perguruan Kebangsaan, seminar nasional, dan pementasan ketoprak humor Arok Dedes.

Sebelumnya, menurut Tri Mastoyo, sudah dilaksanakan pula seminar dan talkshow Antikorupsi bertajuk Indonesia Darurat Integritas, menghadirkan narasumber mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Zainal Arifin Mochtar, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, presenter dan jurnalis Najwa Shihab. Selain itu, juga Kongres Maritim II.

Sementara itu, sejumlah narasumber yang diundang untuk mempresentasikan materi terkait bela negara, di antaranya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur Lemhanas Letjend TNI Purn Agus Widjojo, Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, dan mahasiswa berprestasi 2017 Vincent Halim,

Drs. Hendrie Adji Kusworo, M. Sc., Ph. D. selaku panitia Nitilaku Perguruan Kebangsaan menambahkan tentang pelaksanaan Nitulaku dengan nuansa tematik pada atmosfer sosial budaya zaman dulu atau jadul yang divisualisasi melalui kostum perjuangan ala Tentara Pelajar dan pakaian adat nusantara atau etnis. Panitia menyiapkan 70 kelompok penampil, 28 titik untuk lokasi pergelaran seni pertunjukan.

“Kegiatan Dies Natalis ke68 UGM sebagai refleksi terhadap situasi kontemporer yang mengerucut pada tema bela Negara dan untuk memberi ruangan lebih luas dan inklusif menjadi tema utama Dies Bersama UGM Bela Negara. Sedangkan untuk tema Nitilaku, Holobis Kuntul Baris Gumregah Cancut Tali Wanda Gotong Royong Mbangun Negara,” pungkas Adjie. [rts]