Membuka Bisnis di Masa Pandemi, Ini yang Harus Diperhatikan

461

Baca juga: Langkah Pertama KAGAMA Balikpapan Memulai Program Ketahanan Pangan Masa Pandemi

Membuat Perencanaan Bisnis

Walau masih bisnis sederhana, tetapi perlu membuat perencanaan agar bisnismu bisa lebih serius dijalankan.

Setidaknya buat perencanaan bisnis untuk 6-12 bulan ke depan.

Perencanaan tersebut termasuk kegiatan pencatatan eksperimen bisnismu selama ini.

Supaya tujuan berbisnis semakin jelas, kamu bisa belajar dari riwayat eksperimenmu. Sangat baik jika perencanaan bisnis dibuat sejak awal.

Dalam perencanaan bisnis setidaknya memuat unsur-unsur seperti deskripsi produk atau jasa, tujuan bisnis, perencanaan keuangan, target dan sasaran penjualan, serta strategi pemasarannya.

Baca juga: Bagi Rimbawan KAGAMA Ini, Bukan New Normal yang Dibutuhkan Bumi

Pandai Memilih Sumber Modal

Bila di masa pandemi ini kamu tak punya penghasilan yang stabil, maka hindari meminjam uang. Karena akan besar risiko yang kamu terima, jika kamu gagal bayar.

Kamu bisa menjual aset, misalnya emas, koleksi barang antik, atau benda lain yang memiliki nilai tinggi. Hasil penjualan akan digunakan sebagai modal.

Alternatif lainnya adalah melakukan join venture dengan kerabat atau saudara yang sama-sama ingin membuka bisnis.

Tentu untuk melakukan join venture tersebut kalian harus memiliki tujuan dan ide bisnis yang sama.

Tidak disarankan bagi kamu untuk menggunakan dana darurat. Sebab, risikonya akan besar jika bisnismu gagal di masa pandemi.

Ingat selalu bahwa di masa pandemi ini bisnis begitu dinamis. Kamu harus betul-betul memperhatikan perubahan sosial yang ada.

 

Kita tak bisa memprediksi, bisnis yang kita jalankan akan berjalan mulus atau tidak.

Untuk itu, sudah pasti kamu menghadapi pasang surut. Namun, jangan sampai semangatmu ikut surut juga. (Kn/-Th)

Baca juga: Sudahkah Kamu Berada di Tempat Kerja yang Tepat?