3 Misi Joko Martono Pimpin KAGAMA Kaltim Jelang Perpindahan Ibu Kota Negara

503
Joko Martono menjelaskan visinya memimpin KAGAMA Kaltim menyongsong perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia. Foto: Istimewa
Joko Martono menjelaskan visinya memimpin KAGAMA Kaltim menyongsong perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, SAMARINDA – Musyawarah KAGAMA Kaltim telah memilih Joko Martono sebagai ketua pada 5 Oktober 2019 di Hotel Grand Victoria, Samarinda.

Joko terpilih setelah mampu mengalahkan tiga kandidat ketua yang lain.

Terpilihnya Alumnus Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1988 ini pun diikuti dengan pelantikan Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim pada 9 November 2019.

Enam Kepengurusan Cabang di kabupaten dan kota se-Kaltim juga dilantik langsung oleh Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo, di Gedung Serbaguna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda.

Sebagai informasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda dimiliki oleh Yayasan KAGAMA Kaltim.

Joko mengatakan, pihaknya mengusung visi Mewujudkan KAGAMA Kaltim menjadi KAGAMA Ibu Kota Negara tahun 2024.

Pria yang akrab disapa Jokowae ini yakin visi tersebut mampu menjadi gerbong bagi para alumnus UGM untuk mendukung persiapan perpindahan Ibu Kota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur.

Joko Martono menjelaskan visinya memimpin KAGAMA Kaltim menyongsong perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia. Foto: Istimewa
Joko Martono menjelaskan visinya memimpin KAGAMA Kaltim menyongsong perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia. Foto: Istimewa

Baca juga: Pembenahan New Yogyakarta International Airport Sebelum Diresmikan Presiden Jokowi

Pria berusia 50 tahun kelahiran Jogja ini juga percaya dengan kekuatan KAGAMA Kaltim.

Sebab, menurutnya, KAGAMA Kaltim berisikan alumni UGM yang sangat heterogen dan potensial.

Demi mewujudkan misinya bersama KAGAMA Kaltim, Joko telah menyiapkan tiga misi untuk bisa dijalankan.

Misi pertama adalah mempererat tali silaturahmi dan konsolidasi anggota KAGAMA Kaltim melalui kegiatan-kegiatan cabang di kabupaten dan kota se Kalimantan Timur, yang bersifat sederhana namun mencerminkan Guyub Rukun Gayeng Migunani Saklawase.

Adapun misi kedua yakni memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di berbagai bidang baik melalui jalur pemerintah maupun swasta dalam mempersiapkan Provinsi Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara.

Sementara pada misi ketiga dia menulis, “Membangun kegiatan yang bersifat monumental seiring dengan kepindahan Ibu Kota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur, dengan tetap menjaga budaya dan kearifan lokal Provinsi Kalimantan Timur”.

Ada banyak kegiatan nyata yang akan digelar untuk mewujudkan visi misi tersebut.

Baca juga: Bernostalgia dengan Kehidupan Guru dan Pelajar Tempo Doloe di Museum Pendidikan Indonesia