BULAKSUMUR, KAGAMA – Inovasi dalam penciptaan karya oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) hampir mencakup semua bidang. Sebagai contoh, satu lagi inovasi karya mereka adalah bidang  aeronautika. Usaha yang dirintis sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini bergerak dalam pembuatan dan jasa pelatihan pengoperasian pesawat tanpa awak atau yang dikenal dengan drone.

Ikhsan Tanoto Mulyo, selaku tim pengembang jasa pelatihan drone “The Doctor Drone” di UGM, Kamis (22/6/2017) menyampaikan, pengembangan bisnis ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan kedirgantaraan Indonesia melalui pembuatan drone dalam negeri. Pasalnya, hingga saat ini sebagian besar drone yang digunakan masyarakat Indonesia dipenuhi dengan produk impor.

“Kebanyakan drone yang dipakai pengguna Indonesia merupakan produk impor. Oleh sebab itu, kami mengambil peran untuk membantu dalam manufaktur drone,” jelasnya.

Drone sebagai karya inovasi mahasiswa F MIPA UGM (Foto Humas UGM)
Drone sebagai karya inovasi mahasiswa F MIPA UGM (Foto Humas UGM)

Ikhsan bersama keempat rekannya, yaitu Deva Agus P, Rizky Agung, Muhammad Fadhlullah, dan Selvi Faristasari tidak hanya bergerak dalam bidang usaha pembuatan drone lokal. Namun, mereka juga menyediakan jasa pelatihan foto udara dan pembuatan drone.

Saat ini mereka memproduksi drone jenis quadcopter dalam dua tipe, yaitu drone basic dan drone pro yang dibanderol dengan harga antara Rp 6 juta hingga Rp 10 juta. Drone basic memiliki spesifikasi X330 alumunium, motor RC, timer 750kv, ESC 30 A hobbywing, FC naza lite, proppeler 4 cw ccw, dan remote 6ch. Sedangkan drone pro memiliki spesifikasi Rc timer 750kv, frame 450, propeller 1050, Fc naza dan GPS, ESC 30A hobbywing, camera action 1080, video sender TX/RX, serta remote jangkauan luas.

“ Saat ini  kami juga tengah mengembangkan drone jenis fixed wing,”tambahnya.

Ikhsan menambahkan, produk yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran. Drone yang diproduksi mudah digunakan dan dari segi  pelayanannya, Doctor Drone memiliki gagasan “One Stop Service”. Maksudnya, pemberian garansi dan perawatan selamanya.

Drone hasil inovasi Mahasiswa FMIPA UGM tengah diujicobakan pengoperasiannya (Foto Humas UGM)
Drone hasil inovasi Mahasiswa FMIPA UGM tengah diujicobakan pengoperasiannya (Foto Humas UGM)

“Kami berusaha terus berinovasi dan  mengembangkan konsep drone dengan tingkat energi yang lebih tahan lama (solar cell multicopter),” urainya.

Produk drone yang dikembangkan lima mahasiswa muda ini sudah beredar di pasaran. Bagi Anda yang berminat dapat memesan secara online di tokopedia, bukalapak dan akun Facebook: Doctor Drone. [Humas UGM/Ika/rts]