Lombok Perlu Perhatian untuk Genjot Pangsa Wisata Halal

33
Perkembangan pesat segmen wisata halal di Lombok, Nusa Tenggara Barat, perlu mendapatkan perhatian serius dalam hal regulasi dari pemerintah. Foto: istimewa
Perkembangan pesat segmen wisata halal di Lombok, Nusa Tenggara Barat, perlu mendapatkan perhatian serius dalam hal regulasi dari pemerintah. Foto: istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tim Peneliti Asean Study Center (ASC) Fisipol UGM pimpinan Dr. Suharko, S.Sos., M.Si., telah melakukan penelitian mengenai kelembagaan kepariwisataan di Lombok pada 2016.

Objek penelitian ASC Fisipol UGM meliputi regulasi, organisasi, sertifikasi dan standardisasi, hingga sumber daya manusia.

Secara umum penelitian yang dilakukan menemukan fakta bahwa kelembagaan kepariwisataan di Lombok belum sepenuhnya mampu menunjang pengembangan wisata halal.

Demikian seperti disampaikan Suharko dalam Seminar Halal Tourism Lombok di Pusat Studi Pariwisata UGM, Kamis (21/11/19).

 “Perkembangan di Lombok sebagai destinasi utama dari wisata halal di Indonesia dalam empat tahun terakhir, termasuk kejadian gempa bumi tahun 2018, tentu menarik didiskusikan lebih lanjut,” ujar Suharko.

Suharko dalam Seminar Halal Tourism Lombok di Pusat Studi Pariwisata UGM. Foto: Humas UGM
Suharko dalam Seminar Halal Tourism Lombok di Pusat Studi Pariwisata UGM. Foto: Humas UGM

Baca juga: Belajar Kemanusiaan dari Rektor Ketujuh UGM Prof. Dr. Teuku Jacob

“Tidak hanya yang berkaitan dengan aspek kelembagaan, tetapi juga aspek-aspek yang lain. Hal itu seperti tata kelola wisata halal, transformasi sosial ekonomi yang diakibatkan oleh tren wisata halal, dan isu-isu wisata halal lainnya,” ucapnya memaparkan.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Sosiologi UGM ini menambahkan, Lombok memang tergolong cepat dalam membuat regulasi terkait halal tourism. 

Akan tetapi, lanjut Suharko, regulasi yang ada belum secara gamblang menjelaskan seperti apa konsep halal tourism dan landasan hukumnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Lombok dia nilai sudah cukup gencar mengampanyekan halal tourism serta menciptakan regulasi di tengah keterbatasan.

Di sisi lain, respons pemangku kepentingan di Lombok perihal wisata halal masih menuai pro kontra.

Baca juga: Ciri-ciri Pekerjaan yang Membuat Seseorang Puas