Presiden Jokowi: Kebijakan Normal Baru Harus Mempertimbangkan Data Sains

243
Menurut Presiden Joko Widodo, dibutuhkan data-data sains dan berbagai saran dari para ilmuwan, agar kebijakan yang ditetapkan bisa tepat sasaran. Foto: Ist
Menurut Presiden Joko Widodo, dibutuhkan data-data sains dan berbagai saran dari para ilmuwan, agar kebijakan yang ditetapkan bisa tepat sasaran. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Penerapan adaptasi kebiasaan baru di daerah tidak bisa diputuskan tanpa pertimbangan yang matang.

Menurut Presiden Joko Widodo, dibutuhkan data-data sains dan berbagai saran dari para ilmuwan, agar kebijakan yang ditetapkan bisa tepat sasaran.

Untuk itu, Presiden mengarahkan kepala daerah agar mempersiapkan adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan tahapan yang benar.

Hal ini Presiden sampaikan saat memberi arahan penanganan Covid-19, pada Selasa (30/06/2020) di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

“Jangan menerapkan new normal jika datanya belum siap. Tahapan-tahapan yang benar harus dijalankan, tidak usah tergesa-gesa,” jelas Presiden.

Baca juga: Empat Alumnus Fakultas Farmasi UGM Resmi Tempati Jabatan Tinggi PT Phapros

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM itu lantas menjelaskan secara detail tahapan benar yang harus dilalui.

Pertama, pemerintah daerah harus menyiapkan prakondisi. Baru kemudian dilakukan penentuan waktu penerapan, yang mempertimbangkan data-data sains berupa indikator Rt dan R0.

Untuk diketahui, Rt yaitu angka penambahan kasus yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan berbagai intervensi, sedangkan R0 yaitu yaitu angka pertambahan kasus tanpa adanya intervensi atau secara alami.

Presiden menerangkan, bila Rt masih tinggi di atas 1 dan R0 juga masih tinggi, maka jangan langsung menerapkan normal baru. Pembuatan kebijakan harus disertai dengan data sains yang jelas.

Penting pula bagi pemerintah daerah untuk tidak membuka sektor secara bersamaan.

Baca juga: Normal Baru di Jogja Akan Dilakukan Secara Bertahap