KKN UGM Gandeng PP KAGAMA Kembangkan Kawasan Perkotaan Baru Rasau Jaya

85
Hampir serupa dengan tema KKN tahun lalu, KKN KPB Rasau Jaya 2019 mengusung tema Revitalisasi Kawasan Transmigrasi KPB Rasau Jaya. Foto: Tribun Pontianak
Hampir serupa dengan tema KKN tahun lalu, KKN KPB Rasau Jaya 2019 mengusung tema Revitalisasi Kawasan Transmigrasi KPB Rasau Jaya. Foto: Tribun Pontianak

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pengembangan Kawasan Perkotaan Baru (KPB) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sejak tahun 2018 melibatkan berbagai elemen.

Mereka yaitu Kementerian Perdesaan dan Transmigrasi (Kemendestrans) dan KKN PPM UGM. Tahun ini, KPB juga melibatkan PP KAGAMA.

Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat PP KAGAMA, Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D, ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan diberi tawaran melanjutkan KKN Rasau Jaya.

Lokasi ini menarik bagi Agus, karena kebetulan juga dipilih sebagai lokasi yang akan dikunjungi Rektor UGM pada 26-28 Juli 2019.

“Nah, ya ini kami gunakan sebaik-baiknya bersama KAGAMA. Beruntung sekali ketika kita datang di hari pertama, pas ada halal bihalal KAGAMA Kalbar. Ini kesempatan baik kami untuk berkenalan dengan semua. Kemudian dengan Pak Ganjar, kami nitip juga. Lalu kami diberi semacam referensi. Beliau kemudian membuka diskusi,” jelasnya kepada KAGAMA, belum lama ini.

Baca juga: KKN UGM Kembangkan Rasau Jaya sebagai Kawasan Perkotaan Baru

KKN ini memiliki keterkaitan dengan UGM dan KAGAMA secara organisasi. Sebagai DPL sekaligus Pengurus Kagama, Agus berperan untuk menjembatani pengabdian masyarakat.

Agus menilai tidak mudah bagi KAGAMA untuk menyelenggarakan pengabdian masyarakat, karena kesibukan masing-masing anggotanya.

Untuk itu, PP KAGAMA bekerja sama dengan mahasiswa dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

Di samping itu, Agus dan tim KKN juga memanfaatkan kesempatan untuk membangun koneksi dengan KAGAMA Kalbar.

Dijelaskan oleh Agus, sejatinya Rasau Jaya bukan wilayah lama dan tidak tumbuh secara alami. Daerah ini memang sengaja dikembangkan.

Baca juga: Ganjar Imbau Para Alumni Bantu Tim KKN-PPM Rasau Jaya untuk Membangun Daerah

Orang-orang dari luar daerah, terutama Jawa, datang dan bertemu, kemudian sama-sama berupaya untuk mengembangkan kawasan.

Hal yang tak kalah penting adalah masyarakat di sana nantinya bisa menjadi agen pembangunan. Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang diharapkan bisa berkembang.

“Pada zaman Presiden Soharto, pembangunan bisa terus berkelanjutan, karena ada program Repelita setiap lima tahun. Repelita dulu sampai yang ke lima. Berarti pembangunan sudah berjalan selama 25 tahun. Sekarang, karena periode jabatan presiden hanya lima tahun, kita tidak melihat sampai sepanjang itu. Tetapi, akan menarik kalau ini bisa jadi program pemerintah yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Dari tahun 1970-an hingga saat ini, pertumbuhan KPB Rasau Jaya sudah baik.

Kondisi sosial dan budaya masih seperti masyarakat Jawa. Mulai dari bahasa hingga semangatnya, termasuk etos kerja mereka.

Baca juga: Kagama Rokan Hilir Bagikan THR untuk Guru Mengaji Tradisional