KELUARGA Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) saat ini tumbuh dan berkembang di beberapa kota atau wilayah Indonesia maupun wilayah negara di luar Indonesia. Kagama Canberra, Australia adalah salah satu Kagama yang eksis.

Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Canberra, Australia, Katiman, S. E., MPP, MPA mengharapkan segenap pengurus dan anggota Kagama meningkatkan komunikasi. Perlu pula dibangun network dengan sebuah pusat komunikasi antar-Kagama di dunia. Dengan demikian, diharapkan dapat semakin mempererat persaudaraan dan memperkuat organisasi.

Ketua Kagama Canberra, Australia Katiman, SE, MPP, MPA (kiri) berbincang dengan Pemimpin Redaksi Majalah KAGAMA dan KAGAMA.CO di UC Cafe, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta (Foto Maulana/KAGAMA)
Ketua Kagama Canberra, Australia Katiman, SE, MPP, MPA (kanan) berbincang dengan Pemimpin Redaksi Majalah KAGAMA dan KAGAMA.CO drg. Eddy Purjanto (kiri) di UC Cafe, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta (Foto Maulana/KAGAMA)

“Komunikasi antar-Kagama di dunia tentu penting. Ada hub-nya. Jadi, masing-masing tahu di negara mana ada Kagama dan bisa mengunjungi atau komunikasi. Jadi, dapat memfasilitasi jaringan tingkat dunia. Kalau bisa mulai didata, minimal ketuanya di beberapa negara,” ucap Katiman kepada kagama.co, Selasa (22/8/2017) siang di UC Café, Bulaksumur, Sleman Yogyakarta.

Ketua Kagama Canberra, Australia, Katiman, S. E., MPP, MPA yang tengah menempuh studi S3 di Crawford School of Public Policy, Australian National University Canberra sejak Juli 2016, menyempatkan singgah di Kota Yogyakarta dan bertemu Pemimpin Redaksi Majalah KAGAMA drg. Eddy Purjanto, Selasa (22/8/2017) siang di UC Café, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan gagasan serta berbagi pengalaman.

Komunikasi antar-Kagama di dunia perlu dijalin dan ditingkatkan guna mempererat persaudaraan dan memperkuat organisasi para alumni UGM, demikian yang menjadi harapan Katiman, SE, MPP, MPA selaku Ketua Kagama Canberra, Australia (Foto Maulana/KAGAMA)
Komunikasi antar-Kagama di dunia perlu dijalin dan ditingkatkan guna mempererat persaudaraan dan memperkuat organisasi para alumni UGM, demikian yang menjadi harapan Katiman, SE, MPP, MPA selaku Ketua Kagama Canberra, Australia (Foto Maulana/KAGAMA)

Seiring tumbuh harapan tersebut, saat ini, Katiman yang mendapat amanah memimpin Kagama Canberra sejak dua bulan ini menetapkan visi dan misi untuk lebih meningkatkan keguyuban atau kerukunan. Mengingat, bagi  alumni UGM yang tengah menempuh studi di luar negeri, tentu sangat membutuhkan relasi dan jaringan, terutama yang satu almamater. Karena itu, Kagama merupakan network bagi alumni yang dapat saling aware, saling menolong.  Namun, diakuinya, untuk komunikasi dengan Kagama yang sudah ada di beberapa negara, masih kurang.  Kalaupun ada komunikasi  baru terbatas perorangan, seperti pernah dilakukannya dengan temannya di Jerman.

Pengurus dan anggota Kagama Canberra beserta keluarga saat berkumpul bersama untuk merekatkan kerukunan (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)
Pengurus dan anggota Kagama Canberra beserta keluarga saat berkumpul bersama untuk merekatkan kerukunan (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)

“Saya usulkan ke teman-teman, nilai-nilai kultur kita diterapkan untuk saling membantu, merekatkan hubungan. Kita sering saling mengunjungi satu sama lain di Canberra. Salah satu faktor pendukung ada Kagama di Canberra, jumlah alumni UGM relatif banyak, baik yang studi maupun yang menetap. Juga, ada Bu Pomo yang senior dan sudah menjadi citizen,” imbuh alumni Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Angkatan 1996 yang hobi mengail ikan dan berkebun.

Hobi mengail menjadi kesukaan Katiman, SE, MPP, MPA kerap dilakukannya di kala libur dan senggang di Canberra (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)
Hobi mengail menjadi kesukaan Katiman, SE, MPP, MPA kerap dilakukannya di kala libur dan senggang di Canberra (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)

Katiman baru dua bulan memimpin Kagama di Canberra. Namun, ia sudah bergabung dengan Kagama Canberra sejak 2009. Selain itu, berorganisasi bukan sesuatu yang sulit bagi mantan Ketua Senat Mahasiswa FEB UGM era Reformasi 1998. Apalagi Canberra juga bukan kota asing bagi suami dari Eni Martina, yang juga alumnus FISIPOL UGM Angkatan 1998. Ia pernah menempuh Program Studi Master  Public Policy (MPP) di Crawford School of Public Policy, Australian National University Canberra (2009-2011), tempat ia saat ini juga tengah menempuh Program Studi Doktoral (S3) bidang keilmuan sama melalui beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) dan tugas belajar dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tempatnya berdinas.

Setiap pertemuan pengurus dan anggota Kagama Canberra bersama keluarga, masing-masing membawa bekal makanan dan minuman untuk dinikmati bersama di tempat pertemuan (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)
Setiap pertemuan pengurus dan anggota Kagama Canberra bersama keluarga, masing-masing membawa bekal makanan dan minuman untuk dinikmati bersama di tempat pertemuan (Foto Dokumentasi Katiman, SE, MPP, MPA)

Setelah Katiman ditunjuk menjadi Ketua Kagama di Canberra, ia mengusulkan pertemuan diperbanyak untuk menambah guyub. Akhirnya disepakati diadakan pertemuan setiap Sabtu Legi atau selapanan (setiap 35 hari sekali). Sekali pertemuan diadakan, sedikitnya ada 40-an orang, terdiri alumni UGM dan keluarganya, yang aktif bergabung.

“Kita ketemu setiap selapanan. Kemarin yang pertama. Ngopi-ngopi saja, formatnya kita ngumpul, ada teman yang pinter bikin kopi, lalu ada teman senior memberi share tentang riset. Pertemuan pertama ada teman yang share tentang penanggalan dunia. Pak Dubes juga hadir dan cerita hubungan Indonesia – Australia. Senang kumpul-kumpul, apalagi baru musim dingin,” urai ayah dari Kayla Azizah dan Kanina Eiliyah. [rts]