Kata Profesor Iin Handayani, Pertanyaan ‘Mau Jadi Apa’ Sudah Tak Cocok Lagi untuk Generasi Z

2314
Guru Besar Murray State University alumnus Fakultas Pertanian UGM, Prof. Iin Handayani, Ph.D, mengatakan, berbicara tentang dunia pendidikan di Amerika Serikat dalam menghadapi masa pandemi. Foto: Ist
Guru Besar Murray State University alumnus Fakultas Pertanian UGM, Prof. Iin Handayani, Ph.D, mengatakan, berbicara tentang dunia pendidikan di Amerika Serikat dalam menghadapi masa pandemi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pandemi Covid-19 yang terjadi membuat kebijakan pendidikan tinggi turut berubah.

Di Amerika Serikat, seluruh perguruan tinggi mengambil pendekatan untuk lebih fokus ke generasi z.

Generasi milenial yang lahir sebelum 1995 dianggap bukan lagi murni mahasiswa.

Pasalnya, di Amerika, selain kuliah, mereka setidaknya bekerja 40 jam di kampus.

Dengan berfokus pada generasi z, pasti ada cara-cara tertentu untuk memberikan pengajaran di tengah pandemi saat ini.

Baca juga: Pasca Lulus, Alumnus UGM Akan Menghadapi Situasi yang Menarik dan Kompleks di Masa Pandemi

Demikian sebagaimana dipaparkan Guru Besar Murray State University, Prof. Iin Handayani, Ph.D., belum lama ini.

Iin membagikan ceritanya dalam webinar Professional Goes To Campus yang diadakan KAGAMA Pertanian.

“Generasi z itu unik kualitasnya. Sebab, kita semua (generasi x dan y) harus belajar untuk bisa memberi bekal yang memadai kepada mereka,” kata Iin.

“Yakni agar mereka nanti siap memasuki dunia kerja, kendati saat ini masih terjadi pandemi dan krisis,” jelas alumnus Ilmu Tanah UGM angkatan 1981 ini.

Keyakinan Iin untuk berfokus pada generasi z ini bukan tanpa alasan.

Baca juga: Saran Nawa Murtiyanto bagi Para Pendaki Gunung di Masa Pandemi