Kata Ekandari Sulistyanngsih, Canthelan adalah Sarana Penyembuhan Diri di Masa Pandemi

90
Aktivis canthelan alumnus Psikologi UGM ini menceritakan pengalamannya 'nyanthel' di masyarakat selama pandemi. Foto: Dok Pri
Aktivis canthelan alumnus Psikologi UGM ini menceritakan pengalamannya 'nyanthel' di masyarakat selama pandemi. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sudah sekian bulan pandemi Covid-19 melanda. Meskipun demikian, solidaritas masyarakat untuk menolong sesama tak pernah surut.

Seperti gerakan canthelan masih terus digalakkan hingga sekarang.

Salah satu PIC canthelan, Ekandari Sulistyaningsih masih semangat melakukan aksi sosialnya tersebut yang berlokasi di Mangunsudiran, Gondolayu, Badran, Code.

Ekan secara pribadi terinspirasi dengan beberapa penggerak canthelan dari KAGAMA Care, yang begitu peduli dengan kesulitan masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Saya juga melihat, ada banyak orang membagikan bantuan, tetapi tidak tepat sasaran.”

Baca juga: 8 Jenis Kecerdasan Alami yang Perlu Dikenali untuk Mengembangkan Potensi Diri

“Akhirnya bantuan menumpuk hanya pada beberapa orang saja, sampai mereka harus menjual lagi sembakonya atau terpaksa membuang makanan,” ungkapnya.

Hal terebut dia sampaikan dalam acara diskusi Canthelan Show 4: Solidaritas Sosial Untuk Ketahanan Pangan, yang digelar beberapa waktu oleh KAGAMA Care secara daring.

Dari pengalaman tersebut Ekan belajar untuk bisa menyalurkan bantuan seadil dan serata mungkin.

Canthelan, kata Ekan, juga merupakan stimulus agar semakin banyak orang berbuat baik menurut kemampuan dan seikhlasnya, karena penyediaan bantuan dilakukan bersama.

Menariknya, canthelan menjadi gerakan sosial yang aman di masa pandemi.

Baca juga: Dirjen PDASHL Alumnus UGM Ingin Tumbuhkan Sentra Ekonomi Baru dengan Kacang Macadamia