Kabupaten di Bawah Pimpinan Alumnus UGM Ini Bakal Jadi Pusat Hilirisasi Gas

115
Pemerintah berencana megembangkan industri hilirisasi gas bumi di kawasan terpadu Teluk Bintuni. Foto: Tempo
Pemerintah berencana megembangkan industri hilirisasi gas bumi di kawasan terpadu Teluk Bintuni. Foto: Tempo

KAGAMA.CO, JAKARTA – Meko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi gas alam di Teluk Bintuni mencapai 14,4 TCF.

Pemerintah berencana megembangkan industri hilirisasi gas bumi di kawasan terpadu Teluk Bintuni.

Namun begitu, kata Airlangga, pemanfaatan potensi tersebut salama ini belum dilakukan secara optimal.

Selain gas, kata Airlangga, minyak kandungan minyak bumi juga banyak. Namun belum termanfaatkan.

Baca juga: Produk Merchandise Kafegama DIY Diluncurkan, Hasil Penjualan untuk Kegiatan Sosial

“Wilayah ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang akan kami jadikan kawasan industri prioritas berbasis hilirisasi gas,” kata Airlangga dalam Bintuni Energy Forum, Senin (28/12).

Menurut Menko alumnus Fakultas Teknik UGM itu, pemerintah bakal menjadikan kawasan industri Teluk Bintuni terintegrasi dari hulu sampai hilir. Bahkan sampai produk turunan dari gas.

Antara lain pengembangan produksi gas, hingga pabrik petrokimia dan pembangkit listrik berbasis gas.

“Pemerintah upayakan Teluk Bintuni tarik investasi dalam dan luar negeri. Sudah ada perusahan eropa Chayil berinvestasi Rp28 triliun bangun petrokimia di Teluk bintuni,” terang Airlangga.

Baca juga: Cerita Gede Mantrayasa, Bangun Kebun Berdaya sebagai Sumber Pangan dan Ruang Kreatif Masyarakat