Frankie Handoyo Butuh Waktu 9 Tahun Buru 410 Spesies Anggrek Indonesia

477
Frankie Handoyo (dua dari kanan) membedah buku karyanya, Orchid of Indonesia Volume 2, dalam acara yang digagas Kagama Orchids, Minggu (19/1/2020). Foto: Tsalis
Frankie Handoyo (dua dari kanan) membedah buku karyanya, Orchid of Indonesia Volume 2, dalam acara yang digagas Kagama Orchids, Minggu (19/1/2020). Foto: Tsalis

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kagama Orchids (KO)  menggelar acara bedah buku Orchid of Indonesia Volume 2 karya Frankie Handoyo.

Acara yang belangsung di University Club UGM pada Minggu (19/1/2020) tersebut dihelat sebagai rangkaian puncak ulang tahun kedua KO.

Adapun ulang tahun kedua Kagama Orchids jatuh pada 3 Desember 2019.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Kagama Orchids yang diwakili oleh Dian Kurniawati.

Dian mengatakan, acara ini digelar sebagai implementasi salah satu visi dan misi KO.

Yakni menjadikan UGM sebagai salah satu sumber informasi atau model dalam pelestarian spesies anggrek yang ada di Indonesia.

Kemudian pada kesempatan kedua, Wasekjen VI Kagama, Sulastama Raharja, menyampaikan, acara bedah buku kali ini mampu menambah wawasan bagi para pecinta anggrek.

Baca juga: UGM Bikin Lidah Elektronik Serba Bisa yang Mampu Deteksi Kehalalan Produk

Terlebih, pria yang juga menjadi salah satu penggagas Kagama Orchids ini menilai ada lebih dari 4.000 spesies anggrek di Indonesia.

Sementara itu Wakil Rektor bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Prof. Dr. Paripurna P Sugarda, bertutur, salut dengan acara yang digagas dengan KO.

Sebab, dari acara ini, Prof. Paripurna menjadi teringat dengan slogan UGM.

Yaitu mengakar kuat menjulang tinggi, locally rooted globally respected.

Dia melihat KO mencoba menerapkan slogan UGM tersebut, karena konon Indonesia punya keanekaragaman anggrek tertinggi di dunia.

“Jika mau melangkah ke tingkat global, maka kita mesti mempunyai keunikan tersendiri,” kata Prof. Paripurna.

“Salah satu keunikan di Indonesia adalah keanekaragaman flora dan fauna yang sedemikian. Jadi ini menjadi sumber keunikan yang bisa kita bina di tingkat global,” terangnya.

Baca juga: Hadapi Revolusi Indusri 4.0, Kemendikbud Dorong PTN Jadi PTN BH