Direktur Manufaktur PT Kalbe Farma, Agusta Siswantoro Paparkan Implementasi Teknologi di Industri Farmasi

68
Revolusi industri 4.0, kata Agusta (kiri), mensimulasikan pekerjaan manusia, sehingga sebetulnya peran manusia tidak akan tergantikan bila manusia bekerja sebagai analytcal development. Begitu juga yang terjadi di bidang farmasi. Foto: Kinanthi
Revolusi industri 4.0, kata Agusta (kiri), mensimulasikan pekerjaan manusia, sehingga sebetulnya peran manusia tidak akan tergantikan bila manusia bekerja sebagai analytcal development. Begitu juga yang terjadi di bidang farmasi. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Menurut Kasubdit Manajemen dan Klinikal Farmasi Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Dina Sintia Pamela, S.Si., Apt, M.Farm, pelayanan kefarmasian dan tata kelola obat dewasa ini, sudah banyak mendapat sentuhan teknologi.

Untuk itu industri farmasi sudah selayaknya adaptif merespon perubahan ini.

Hal ini dibahas dalam Seminar Nasional dan Talkshow Kefarmasian bertajuk Perkembangan Paradigma Apoteker dalam Menghadapi Disrupsi Percepatan Inovasi di Era Revolusi Industri 4.0, pada Minggu (20/10/2019) di Hotel Grand Mercure Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof. Dr. Agung Endro Nugroho, S.Si., M.Si., Apt.

Pembicara lain di antaranya Direktur Manufaktur PT Kalbe Farma Drs. Pre Agusta Siswantoro, MBA, Apt., Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Drs.Nurul Fallah Eddy Pariang, Kepala Instalasi Farmasi RSUP dr Sarjito, Asri Riswiyanti, SF, Apt, M.Sc, dan Dra.L.Endang Budiarti, M.Pharm, Apt.

Baca juga: Fakultas Kehutanan UGM Bangun Gedung Integrated Forest Farming Learning Center

Agusta mengatakan, Indonesia memiliki 206 industri farmasi.

Omset mencapai Rp84 Triliun, tetapi masih kalah dengan industri rokok.

“Jumlah penduduk Indonesia terbanyak nomor empat di dunia, tetapi yang mengonsumsi obat hanya 0,5 persen. Harusnya bisa naik 1-2 persen, karena peran apoteker besar, tidak ada yang menggantikan,” papar Agusta.

Dia kemudian menghimbau agar masyarakat jangan ragu bekerja di industri farmasi.

Agusta optimis apoteker akan tetap eksis.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, Fakultas Kehutanan UGM Gelar Doa Bersama dan Tumpengan