Detektor Covid-19 Karya Peneliti UGM Bisa Beri Hasil 95 Persen Akurat

4668

Baca juga: Owner Jawara Banten Farm Alumnus UGM: Jangan Bertani dan Beternak Hanya karena Sedang Tren

Karena itu, kata Bayu, bisa diprediksi alat radiografi digital masih sangat sedikit.

“Sehingga hal itu menjadi motivasi besar saya sejak lama melakukan riset alat radiografi digital dengan harga bisa dijangkau,” ucap Bayu.

“Impian saya, kita bangga dengan produk inovasi kita sendiri. Bayangkan 9000 puskesmas bisa memilikinya karena harganya terjangkau,” terang lelaki asal Singaraja, Bali itu.

Soal kemampuan deteksi Covid, Bayu yakin alat buatannya sangat mampu menentukan dan identifikasi untuk prognosis pasien yang terkena Covid.

Bahkan, dalam operasional alat tersebut menurutnya sangat adaptif dengan teknologi 4.0 dan sangat aman bagi pasien dan tenaga medis.

Baca juga: Beban Berlapis, Begini Trik Mengatur Keuangan bagi Sandwich Generation

”Sangat aman bagi pasien karena dosis radiasi dibuat serendah mungkin,” kata Bayu.

“Alat ini dikontrol dengan komputer, lalu sinar X memancarkan ke tubuh pasien, terusan radiasi ditangkap detektor dan dihubungkan ke layar monitor.”

“Lalu diolah radiografer diberikan ke tenaga fisika medik. Setelah itu, akan transfer ke dokter secara digital sesuai permintaan,” jelas pria kelahiran 1965 tersebut.

Menurut Bayu, alatnya punya keunggulan bisa terhubung dengan big data.

Hal itu memungkinkan rumah sakit atau puskesmas untuk mengecek data hasil radiografi pasien dari jarak jauh.

Baca juga: Perubahan Perilaku pada Budaya Tatanan Baru Memang Tidak Bisa Dilakukan dalam Semalam