KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sebagai fakultas tertua di Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknik memiliki peran signifikan dalam mendorong karya nyata untuk memasuki era industri 4.0.

Menurut Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama (P2MK) Fakultas Teknik UGM, Dr. Sugeng Sapto Surjono, karya nyata yang telah dihasilkan merupakan hasil kerja sama dari berbagai kelompok peneliti di Fakulas Teknik UGM.

Karya-karya tersebut dipamerkan dalam Pameran Teknologi Produk Inovasi 4.0 Fakultas Teknik pada 27-28 November 2018 di selasar Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT) UGM.

Berikut ini 18 karya inovasi Fakultas Teknik UGM yang dipamerkan dalam pameran tersebut.

1. 3D Printing

Saat ini, teknologi printing telah mampu mencetak benda tiga dimensi (3D) sesuai dengan bentuk soft file-nya. Teknologi 3D printing biasanya digunakan untuk mencetak sebuah benda prototipe ataupun benda yang tidak diproduksi secara massal. Teknologi 3D printing dapat dijumpai di bidang industri, kesehatan, arsitektur, fashion, dan bahkan kuliner.

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, Dr. Herianto, merupakan peneliti dalam bidang 3D printing. Ia telah menghasilkan produk Mesin 3D Printing HAL Tech.

Mesin ini sudah diproduksi secara massal dan dapat dipesan sesuai spesifikasi yang diinginkan oleh customer. Mesin karya anak bangsa ini telah pula dipakai oleh beberapa perguruan tinggi dan industri di Indonesia.

Saat ini, mesin ini dipercaya untuk mendampingi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seluruh Indonesia guna membantu mengembangkan teknologi 3D printing.

2. Becak Listrik

Menurut Dr. Jayan Santanuhadi selaku peneliti becak listrik, becak listrik dapat meringankan kerja tukang kayuh, terutama dalam kondisi macet. Becak listrik menggunakan motor listrik BLDC dengan daya maksimal 1,5 kW dan baterai deep cycle bertegangan 48 V berkapasitas aruh 12 Ah.

Dengan teknologi ini, baterai becak listrik hanya memerlukan waktu empat jam untuk penuh dan setelahnya dapat digunakan untuk menempuh jarak 35 km.

Kapasitas arus baterai becak listrik dapat diekspansi hingga 20-24 Ah untuk menempuh jarak sekitar 60-70 km dalam sekali pengisian baterai. Desain becak listrik sendiri sengaja tidak diubah untuk melestarikan budaya transportasi becak.