KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Ia mengajak Kagama bertemu di depan kantor admisi magister sains FEB UGM untuk diwawancara. Tepat di hari wisudanya, Arin Pranesti, lulusan terbaik Magister Sains Akuntansi FEB UGM menceritakan pengalaman hidupnya kepada Kagama. “Saya dulu S1-nya di UNY, ambil pendidikan akuntansi,” ujar Arin, memulai cerita.

Awalnya, perempuan yang biaya kuliahnya selama S2 dibiyayai oleh LPDP ini memang mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi untuk jenjang S1. Alasannya sederhana, ia menghabiskan masa sekolah menengahnya pada sebuah sekolah kejuruan jurusan akuntansi.

Segala pengorbanan yang dilakukan Arin ternyata memperoleh balasan yang setimpal. Di saat menempuh master, hasil risetnya tentang Pendidikan Akuntansi berhasil dipresentasikan di Inggris dan Jepang tanpa harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri.(Foto: Dok. Maulana)
Segala pengorbanan yang dilakukan Arin ternyata memperoleh balasan yang setimpal. Di saat menempuh master, hasil risetnya tentang Pendidikan Akuntansi berhasil dipresentasikan di Inggris dan Jepang tanpa harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri.(Foto: Dok. Maulana)

Akan tetapi, selepas lulus kuliah di tahun 2015, ia berada di persimpangan jalan karena harus memilih melanjutkan kuliah di mana. Di tengah kebimbangannya, ia berkonsultasi ke Profesor Sukirno, Guru Besar Pendidikan Akuntasi UNY.

Saat itu Prof. Sukirno menyarankan Arin untuk mengambil Magister Sains Akuntansi FEB UGM. Dalam pandangan Sukirno, Arin yang memiliki cita-cita menjadi dosen lebih cocok kuliah lagi dan mengambil jurusan sains murni.