Ari Dwipayana: New Normal Bukan Kembali Normal

105
Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana berharap ada penggantian istilah new normal dengan kata-kata lain yang lebih mudah dipahami masyarakat. Foto: Ist
Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana berharap ada penggantian istilah new normal dengan kata-kata lain yang lebih mudah dipahami masyarakat. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Banyak orang keliru memahami new normal. Seringkali mereka fokus pada kata ‘normal’-nya saja bukan ‘New” nya. ‘New’nya yang mesti ditekankan.

Barangkali perlu dicari istilah yang lebih pas misalnya adaptasi kebiasaan-kebiasaan baru.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana dalam seminar Sinergi UGM dengan KAGAMA, Mempersiapkan Normal Baru Pengalaman Negara Lain, pada Minggu (14/6/2020), secara daring.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna P. Sugarda, menyambut baik seminar ini.

Paripurna merasa gembira karena kegiatan konstruktif dan positif seperti ini yang mesti terus diteruskan dan dipertahankan untuk mencari solusi bersama atasi persoalan bangsa.

Baca juga: Kenormalan Baru, Pemerintah Tetap Utamakan Kesehatan

“Ini kerja sama yang baik antara KAGAMA dengan UGM, almamater tempat para anggota KAGAMA pernah menimba ilmu dan pengalaman,” jelas Paripurna.

Dalam sambutannya, Ari Dwipayana berharap ada penggantian istilah new normal dengan kata-kata lain yang lebih mudah dipahami masyarakat.

“Perlu dipahami, new normal ini bukan berarti kita kembali ke normal. Kita dapat menginterpretasikan soal ini pada dua hal.”

“Pertama, kita mengadaptasi kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Artinya, kalau dulu kita tidak peduli atau bahkan abai pada protokol kesehatan, maka sekarang adalah saat yang tepat, beradaptasi dengan kebiasan baru sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Ganjar: Edukasi Pencegahan Covid-19 Membutuhkan Pendekatan Khusus