Agus Ingin Lebih Luas Menerapkan Teknologi dan Kebijakan Energi Terbarukan di Indonesia

114
Bersama mahasiswa Fakultas Teknik dan universitas, saya ingin bisa mempekerjakan penduduk lokal untuk membangun dan memelihara teknologi. Foto: Agus
Bersama mahasiswa Fakultas Teknik dan universitas, saya ingin bisa mempekerjakan penduduk lokal untuk membangun dan memelihara teknologi. Foto: Agus

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak terpilih menjadi salah satu bagian dari ASEAN Science and Technology (S&T) Fellowship tahun 2018/2019, Ahmad Agus Setiawan ST., M.Sc., Ph.D (44 tahun) secara khusus mengkaji tentang definisi dan evaluasi Kebijakan Energi Nasional

Hal itu dilakukan untuk mendukung Energi Terbarukan di Indonesia dan Target Kelistrikan Desa Nasional.

“Energi Terbarukan di Indonesia dan Target Kelistrikan Desa Nasional menggunakan Energi Terbarukan untuk seluruh negara, yaitu 2.500 program desa elektrifikasi,” jelas dosen Departemen Teknik Nuklir dan Fisika Teknik UGM itu.

Agus bercerita soal pengalamannya melakukan studi, ia menggandeng beberapa elemen mulai dari kalangan teknokrat hingga birokrat, baik dari Indonesia maupun ASEAN.

Baca juga: Ahmad Agus Setiawan: Pembangunan Harus Mulai Memperhatikan Energi Terbarukan

Di samping itu, Agus mendapat kesempatan bertemu dengan pennggung jawab program, aktif dalam Focus Group Discussion (FGD), hadir dalam teleconference webcast, serta ikut dalam lokakarya dan pelatihan yang membahas isu-isu terkait energi terbarukan.

Dalam berbagai kesempatan itu, Agus bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), anggota Dewan Energi Nasional, Direktur Direktorat Energi Baru dan Terbarukan, Direktur dari Indonesia Power, Direktur PLN, Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN di Kementerian Luar Negeri – Republik Indonesia, ASEAN Center of Energy dan lain sebagainya.

Pada kesempatan berikutnya, Agus membahas masalah terkait pemanfaatan energi terbarukan untuk tahun 2045.

“Program ini menyajikan hasil penelitian dari fase sebelumnya, serta merencanakan kolaborasi penelitian lebih lanjut dengan Australia – Indonesia Center AIC Energy Cluster di Australian National University (ANU) dan Monash University,” ungkapnya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Panelis Debat Capres Ahmad Agus Setiawan, Menjadi Pakar Energi Terbarukan untuk Mewujudkan Cita-cita Saat SD

Tahun 2018 lalu, Agus menjadi Perancang Kursus sekaligus dosen yang mengembangkan Teknologi Energi Terbarukan dan Kebijakan untuk Pemerintah Australia.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung Proyek Penghargaan Kursus Singkat yang bekerja sama dengan Griffith University, Australia.

Acara tersebut diikuti agen energi terbarukan dari Indonesia Timur, yang sebelumnya dipilih dari 2.000 pendaftar.

Masih dalam acara tersebut, Agus bertanggung jawab mengurus kagiatan visitasi tamu profesor untuk Universidad Carlos III de Madrid, Spanyol di REDES yang membahas Jaringan dan Sistem Energi Listrik melalui Program Erasmus + di Spanyol, pada tanggal 17 – 21 September 2018.

Baca juga: Pakar Energi Terbarukan UGM Ajak Anak Muda Hadapi Krisis Energi