Agus Ingin Lebih Luas Menerapkan Teknologi dan Kebijakan Energi Terbarukan di Indonesia

326

“Saya menghabiskan satu minggu di kelompok riset tentang pemanfaatan energi terbarukan untuk Spanyol, berdiskusi tentang peluang kolaborasi penelitian, serta menyebarluaskan temuan tentang pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” ungkap spesialis Energi Bersih untuk Bank Dunia di Kementerian ESDM ini.

Tak cukup sampai di situ, pada bulan Desember 2018, Agus diundang sebagai Narasumber Ahli dalam ASEAN-German Energy Programme (AGEP), khususnya dalam sesi FGD tentang Mapping of Research & Development on Renewable Energy Technologies and Policies in ASEAN, di Singapura.

Selain itu, Agus ditunjuk menjadi instruktur untuk Pelatihan 1.000 Pulau dalam Renewable Energy for Electrification Programme (REEP) yang dilakukan oleh GIZ GmbH Deutsche Gesellschaft untuk Internationale Zusammenarbeit.

Para pesertanya adalah pekerja dari Perusahaan Listrik Negara, PLN, dan staf Kementerian Energi Indonesia.

Baca juga: Kembangkan Teknologi Terbarukan, Dosen UGM Terima Penghargaan dari Curtin University

Lain kesempatan, tetapi masih dalam bidang energi terbaarukan, Agus juga pernah terlibat dalam sebuah diskusi intensif dengan mitranya dari Denmark, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Dalam diskusi tersebut, kami mengembangkan proposal proyek tentang pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk pulau-pulau masa depan Indonesia,” ujar dosen yang juga bekerja sebagai Kepala Laboraturium Energi Terbarukan UGM itu.

Berkat kepiawaiannya di bidang energi terbarukan, Agus kemudian ditunjuk sebagai panelis ahli dalam Debat Presidensial Indonesia 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat itu topik yang dibahas seputar masalah energi dan lingkungan.

Baca juga: Peneliti UGM Paparkan Riset Energi Terbarukan Indonesia di Australia

“Dalam kesempatan ini, saya memiliki peluang besar untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang masalah kebijakan energi terbarukan untuk dipertimbangkan oleh kedua kandidat dalam memastikan pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia,” ujar dosen yang pernah menjadi narasumber ahli dalam merumuskan Draft Peraturan Pemerintah Daerah tentang Energi Terbarukan untuk Provinsi Yogyakarta itu.

Dengan berbagai pengalaman dan pekerjaannya sekarang, Agus berharap bisa menerapkan teknologi dan kebijakan energi terbarukan secara lebih luas di Indonesia.

“Bersama mahasiswa Fakultas Teknik dan universitas, saya ingin bisa mempekerjakan penduduk lokal untuk membangun dan memelihara teknologi. Ini merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelas Wasekjend PP Kagama ini.(Kinanthi)

Baca juga: Pakar Sistem dan Perencanaan Energi Terbarukan UGM Terpilih sebagai Penerima ASEAN Science and Technology Fellowship