Bank Indonesia Aktif Promosikan dan Kembangkan UMKM Tanah Air

79
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak masyarakat untuk membeli produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan menggerakkan pengembangan UMKM. Foto: Kafegama Sumut
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak masyarakat untuk membeli produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan menggerakkan pengembangan UMKM. Foto: Kafegama Sumut

KAGAMA.CO, PARAPAT – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak masyarakat untuk membeli produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan menggerakkan pengembangan UMKM.

“Karena ini tak hanya sekedar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sekaligus menyejahterakan rakyat,” ujar Perry Warjoyo dalam Talkshow Ekonomi Sumut yang diselenggarakan Pengurus Daerah Sumatera Utara Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA Sumut) bertajuk Sinergi Pengembangan UMKM dan Industri Pariwisata di Kawasan Danau Toba yang digelar di Hotel Niagara Parapat, Sabtu (4/12/2021).

“Dengan bangga saya memakai ulos dan mempromosikan ulos dari Sumatera Utara ini,” tutur Perry yang mengenakan baju bermotif ulos.

Gubernur BI yang hadir secara virtual meyebutkan, dalam berbagai acara bersama, baik dengan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Sandiaga Uno, maupun dengan Menteri Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki dan juga menteri Kabinet Indonesia Bersatu lainnya, setiap bulan menyelenggarakan Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

“Bahkan di Bank Indonesia tempat saya mengabdi saat ini, banyak sekali program-program untuk pengembangan UMKM, yang tidak hanya dijalankan di kantor pusat tetapi juga di 46 kantor wilayah, termasuk Sumut,” sebut Perry yang saat ini juga sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat KAFEGAMA.

Program-program pengembangan UMKM yang dijalankan menurut Perry tidak hanya dalam bentuk pembentukan klaster atau kelompok, tetapi juga dalam bentuk peningkatan kapasitas yang tidak hanya berkaitan dengan masalah produksi tetapi juga menyangkut keuangan, pemasaran.

Termasuk mengangkat nilai tambah UMKM, dari yang tradisional menjadi lebih bersaing di dalam dunia usaha dan melakukan berbagai rangkaian promosi lewat kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang digelar setiap tahun.

“Dan kami juga melakukan promosi di berbagai negara, mulai dari Singapura, Tokyo, Beijing, London dan di beberapa negara lainnya,” ucapnya.