Lab Kimia Fisika FMIPA UGM Gelar Pelatihan Membuat Sabun untuk Masyarakat DIY

203

Baca juga: KAGAMA NTB Serahkan Bantuan untuk Keluarga Pasien Covid-19 di RS Patut Patuh Pacu Lombok Barat

Wega menambahkan, selain pembuatan sabun, pelatihan kali ini juga akan diajarkan untuk cara membranding produk dan kewirausahaan.

Dengan begitu, kata Wega, ke depan para peserta bisa menjadi produsen cuci tangan, sekaligus bisa memanage bisnis di bidang sabun.

Sementara itu, Ani Setyopratiwi, M.Si sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, mengatakan bahwa para peserta telah dibagikan bahan-bahan pembuatan sabun.

Dalam pelatihan tersebut, Ani menggunakan bahan food grade, yakni bahan yang bisa dimakan.

Pasalnya, kata Ani, bahan tersebut dianggap tidak akan merusak kulit jika menyentuh tubuh.

Selain itu, dalam berbisnis, produk kita gagal karena terlalu fokus menghitung untung.

“Yang penting, kita tidak mengurangi kualitas,” tandas Ani, Ketua Pelaksana Pelatihan.

Baca juga: KAGAMA Karanganyar Salurkan Bantuan Peti Mati untuk RSUD Karanganyar

Ani juga menyoroti pentingnya networking dalam berbisnis. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menggandeng beberapa pihak yang telah siap menyuplai bahan hingga pemasarannya.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jogja Istimewa, Dr. Sarbini (Mbah Ben) mengatakan kesiapannya untuk sinergi dengan para peserta pelatihan.

Pihaknya menawarkan produk-produk yang sudah jadi dari para peserta agar dipasarkan di platform digital yang dikembangkan oleh HIPPI.

“HIPPI sudah punya koperasi, koperasi sudah punya toko online. Kami siap ikut memasarkan.”

“Kirim foto dan harga, nanti kita display di Hippi Mart,” imbuhnya.

Usai pelatihan pembuatan sabun, selanjutnya materi kewirausahaan diisi oleh Ardhi Setyo Putranto dari Maxi Consulting Indonesia. (Th)

Baca juga: KATGAMA Keliling Daerah Bantu Penanganan Covid-19 dan Percepat Vaksinasi