GKBRAy Adipati Paku Alam Jadi Anggota Kehormatan PWK UGM

440

BULAKSUMUR, KAGAMA – Persatuan Wanita Keluarga Universitas Gadjah Mada (PWK UGM) merayakan hari ulang tahun ke-66 bersama Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam, Senin (6/2/2017) di Pendapa Wisma KAGAMA Bulaksumur, Yogyakarta. Pada kesempatan itu GKBRAy Adipati Paku Alam secara formal juga diangkat menjadi anggota kehormatan PWK UGM.

Puncak acara ditandai dengan potong tumpeng oleh Ketua PWK UGM Ny Bambang Sumiarto diberikan kepada Ny Bimo Walgito selaku Penasihat PWK UGM disaksikan mantan Ketua PWK UGM lima periode Tuti Indarsih Loekman Soetrisno dan Ketua Panitia HUT ke-66 PWK UGM Ny Suprihadi Anwar. Turut hadir pada perayaan ulang tahun tersebut, antara lain Ketua Dharma Wanita Persatuan DIY BRAy Arum Yudhaningrat SH, Ketua Dharma Wanita Persatuan UGM Suwarni Angesti Rahayu Mohtar beserta  pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan UGM dan jajaran pengurus serta anggota PWK UGM.

KGBRAy Atuka Paku Alam X sbg anggota kehormatan PWK UGM memberikan kata sambutan (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)
GKBRAy Adipati Paku Alam sebagai anggota kehormatan PWK UGM memberikan kata sambutan (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)

GKBRAy Adipati Paku Alam merasa mendapatkan kehormatan dengan pengangkatan dirinya menjadi bagian dari organisasi wanita di lingkungan UGM yang telah mencapai usia matang. Permaisuri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X itu berharap PWK UGM ke depan menjadi lebih sukses dan bermanfaat bagi masyarakat, baik  dalam lingkup UGM maupun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Para hadirin ultah PWK UGM ke-66 (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)
Para hadirin ultah PWK UGM ke-66 (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)

“Saya merasa mendapat kehormatan menjadi bagian dari PWK UGM. Saya berharap, ibu-ibu selalu rukun, guyub, serta turut berpartisipasi dalam upaya pemberdayaan perempuan serta menyelesaikan masalah sosial, seperti penanggulangan sampah. Juga, di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), ibu-ibu ambil peran aktif sebagai produsen, jangan hanya menjadi konsumen,” ujar ibu dari dua putra yang keduanya mahasiswa UGM di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Arsitektur dan Fakultas Pertanian ini.

Acara hiburan berupa pertunjukan angklung yang dimainkan oleh para anggota PWK UGM sendiri (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)
Acara hiburan berupa pertunjukan angklung yang dimainkan oleh para anggota DWP UGM (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)

Sementara itu, Tuti Indarsih Loekman Soetrisno selaku Penasihat dan mantan Ketua PWK UGM selama 25 tahun masa jabatan, mengungkap aktivitasnya di PWK UGM diawali pada 1966 saat organisasi dosen wanita UGM dan istri dosen UGM itu baru berusia 15 tahun. Mantan anggota DPR RI (2004-2009) ini juga merasa optimis PWK UGM tetap eksis dan meraih kesuksesan di masa mendatang dan tetap langgeng.

KGBRAy Atika foto bersama para pengurus & pembina PWK UGM (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)
KGBRAy Atika foto bersama para pengurus & pembina PWK UGM (Foto: Ansor Purnomo/KAGAMA)

“Harapan saya, karena berdasarkan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) PWK UGM tetap eksis selama masih ada UGM. Kita berharap tetap langgeng,” ucapnya optimis.

Senada, Ketua PWK UGM Ny Bambang Sumiarto pun berharap PWK UGM senantiasa eksis sepanjang masa. Ia juga mengajak kepada generasi muda, terutama keluarga besar civitas akademika UGM untuk ikut bergabung dan berpartisipasi aktif di organisasi yang berdiri pada 30 Januari 1951 itu. Ny Bambang juga siap bergandeng tangan bersama Dharma Wanita Persatuan UGM untuk bersinergi dalam kegiatan bersama civitas akademika UGM maupun masyarakat DIY. (rts/foto ans)