Faktor Ini Bisa Sebabkan Pandemi Virus Corona di Indonesia Berakhir pada Februari 2021

380
Guru Besar FMIPA UGM, Prof. Dedi Rosadi memprediksi bahwa akhir pandemi bergantung pada kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Foto: Suara Merdeka
Guru Besar FMIPA UGM, Prof. Dedi Rosadi memprediksi bahwa akhir pandemi bergantung pada kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Foto: Suara Merdeka

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Prediksi terbaru mengenai akhir pandemi virus corona baru saja dirilis oleh Guru Besar Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM, Prof. Dedi Rosadi.

Dia bersama peneliti FMIPA UGM lainnya, yakni Drs. Joko Kristiadi dan Dr. Fidelis Diponegoro S. Si, MM, melakukan tracking menggunakan pemodelan data driven atau basis pergerakan data.

Dedi dan tim emndapati kenaikan nilai proyeksi positif di akhir pandemi yang cukup signifikan dibanding dengan prakiraan sebelumnya, yakni bulan Juni 2020.

Pada saat itu, diperoleh estimasi bahwa pandemi bakal usai pada November 2020 dengan total kasus positif mencapai 112 ribu penderita. Estimasi tersebut diperoleh dengan menggunakan pemodelan hybrid kompartmen.

Baca juga: Kisah Asisten Pelatih Sepak Bola PSS Sleman Alumnus UGM, Temukan Pentingnya Filsafat Dalam Sepak Bola

Namun demikian, Dedi memprediksi bahwa akhir pandemi bergantung pada kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Secara terpisah bisa diperoleh dengan model probabilistic data driven model Covid-19 bahwa pandemi akan berpuncak di akhir Juli sampai akhir Agustus 2020.”

“Pandemi ini baru akan usai pada akhir Februari 2021 nanti dengan perkiraan total jumlah kasus positif mencapai 227 penderita.”

“Dari pantauan masih terlihat bahwa angka penularan (Rt) masih berada di atas 1, yakni berkisar 1,08 pada 17 Juli 2020 lalu,” imbuh lulusan S2 University of Twente Belanda dalam bidang Applied Probability ini.

Baca juga: Ketua KAGAMAHUT Semangat ‘Ngumpulke Balung Pisah’ Berkat Kuatnya Jiwa Korsa Rimbawan