Alumnus Farmasi UGM Ungkap Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Herbal

506
Alumnus Fakultas Farmasi UGM, Drs. Bambang Priyambodo, memberikan tips sebelum mengonsumsi obat herbal. Foto: Ist
Alumnus Fakultas Farmasi UGM, Drs. Bambang Priyambodo, memberikan tips sebelum mengonsumsi obat herbal. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Beberapa waktu belakangan, obat herbal kembali populer, terutama ketika pandemi virus corona mulai melanda Indonesia.

Pasalnya, obat yang berasal dari bahan alam ini dianggap memiliki khasiat, salah satunya adalah menjaga daya tahan tubuh.

Namun demikian, masyarakat mesti mengetahui tata cara memilih obat herbal secara tepat.

Hal ini dibahas oleh alumnus Fakultas Farmasi UGM, Drs. Bambang Priyambodo dalam akun You Tube pribadinya.

Menurut Bambang, obat tradisional atau herbal memang memiliki keunggulan dibanding obat kimia.

Baca juga: Dubes Wahid Temui Orang Banyumas di Rusia yang Belum Pernah Pulang ke Indonesia

Misalnya, efek samping yang relatif kecil jika penggunaannya dilakukan dengan tepat.

Selain itu, komponen dalam satu bahan obat herbal memiliki efek saling mendukung.

“Obat herbal juga bagus untuk pengobatan penyakit degenratif, karena penggunaan obat herbal lebih cocok untuk pemakaian jangka panjang dengan efek samping minimal,” ungkap GM Manufacture PT Air Mancur ini.

Kendati demikian, ada dosis yang mesti ditepati jika mengonsumsi obat herbal.

Misalnya, kata Bambang, mengonsumsi air seledri secara berlebihan dapat menurunkan tekanan darah secara drastis.

Baca juga: Kisah Asisten Pelatih Sepak Bola PSS Sleman Alumnus UGM, Temukan Pentingnya Filsafat Dalam Sepak Bola