2 Dosen Fakultas Peternakan Masuk Rekor MURI Usai Teliti Pakan Sapi Marker DNA

592
Dua peneliti sekaligus dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus dan Dyah Maharani Ph.D, mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Foto: Ist
Dua peneliti sekaligus dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus dan Dyah Maharani Ph.D, mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Fakultas Peternakan UGM kembali disebut setelah dua penelitinya mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dua peneliti sekaligus dosen dari Fakultas Peternakan UGM itu adalah Prof. Ali Agus dan Dyah Maharani Ph.D.

Keduanya mendapatkan penghargaan kategori inventor berkat penelitiannya masing-masing.

Ali meneliti tentang teknologi fermentasi pakan komplet Burger Pakan. Sementara itu, Dyah meneliti masalah marker DNA.

Penghargaan untuk keduanya diserahkan secara daring pada Kamis (6/8/2020).

Dyah Maharani Ph.D. Foto: Ist
Dyah Maharani Ph.D. Foto: Ist

Baca juga: Sastromoeni Meriahkan Hari Ulang Tahun ke-31 Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia

Terkait penelitiannya, Ali menjelaskan, umumnya peternak sapi potong biasa menggunakan limbah pertanian sebagai bahan pakan konsentrat.

Seperti jerami, bonggol jagung, dan dedak, kulit kopi, kulit kakao, dan kulit cokelat.

Namun, seluruh bahan pakan tersebut punya nilai nutrisi yang relatif rendah.

“Untuk itu, kami sejak 15 tahun terakhir, mengembangkan teknologi fermentasi pakan komplet yang saya beri nama Burger Pakan,” kata Ali, kepada Kagama.

“Pembuatan pakan ini memerlukan multi mikrobioa yang saya beri nama Saus Burger Pakan untuk meningkatkan kualitas nutrisinya,” jelas dekan Fakultas Peternakan UGM ini.

Baca juga: Anwar Sanusi Jelaskan 3 Langkah Kemendesa PDTT untuk Pemulihan Ekonomi Nasional