Hendri Saparini Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Mendekati 6 Persen

88
Hendri Saparini, Ph.D, Founder & Ekonom Senior CORE Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya mencapai angka 4 persen. Foto: Ist
Hendri Saparini, Ph.D, Founder & Ekonom Senior CORE Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya mencapai angka 4 persen. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Hendri Saparini, Ph.D, Founder & Ekonom Senior CORE Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya mencapai angka 4 persen.

Akan tetapi, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh mendekati 6 persen.

Demikian Hendri sampaikan dalam Quarterly Review 2021: Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi pada Selasa (27/4/2021).

Hendri menjelaskan kunci pemulihan ekonomi Indonesia agar dapat mendekati angka pertumbuhan 6 persen.

Menurut Hendri, belanja pemerintah masih menjadi kunci pemulihan ekonomi di tiga kuartal berikutnya.

Hendri menilai, jika Pemerintah bergerak cepat dan tepat dalam memanfaatkan dana stimulus, maka capaian tersebut akan memungkinkan.

“Dana untuk pemulihan ekonomi kita tahun ini masih sangat besar, hampir 700 triliun.”

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Kagama Depok Bagikan Bingkisan kepada Karyawati Mal

“Ini lebih besar dari realisasi di 2020, yang berjumlah 579 triliun atau hampir 580 triliun.”

“Artinya, sebenarnya kekuatan besar untuk memanfaatkan anggaran pemerintah ini sebagai kunci untuk menyelamatkan 3 kuartal yang berikutnya,” jelasnya.

Syarat yang musti dipenuhi, kata Hendri, yaitu detil pilihan kebijakan. Tidak sekadar alokasi anggaran stimulus.

Menurut Hendri, harus ada integrasi kebijakan yang dilakukan. Misalnya dari Bank Indonesia, dari OJK, dan dari Kemenkeu.

Mereka hendaknya secara terintegrasi menggelontorkan dana, melakukan relaksasi, kemudian juga menurunkan suku bunga dan sebagainya.

Meskipun hal tersebut sudah dilakukan, namun Hendri menilai kebijakan tersebut belum bergerak.

“Kita memerlukan ada pilihan-pilihan kebijakan yang lebih komprehensif,” tandas Hendri.

Baca juga: Kemenhub RI Dukung Produk Fashion Indonesia Masuk ke Pasar Dunia