Langkah Ikatan Apoteker Indonesia Kota Samarinda Bantu Penanganan Korban Banjir

70
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda yang diketuai oleh alumnus Farmasi UGM, menggelar bakti sosial lewat program Peduli Banjir Samarinda. Foto: Ist
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda yang diketuai oleh alumnus Farmasi UGM, menggelar bakti sosial lewat program Peduli Banjir Samarinda. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SAMARINDA – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda menggelar bakti sosial lewat program Peduli Banjir Samarinda, pada Jum’at (29/05/2020).

Sebelumnya, jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada 24 Mei 2020, masyarakat Kota Samarinda harus prihatin dengan musibah banjir yang melanda tempat tinggal mereka.

Berdasarkan data BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat 6 kelurahan dalam 3 Kecamatan di wilayah Samarinda terdampak banjir.

Wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Samarinda Utara yang meliputi Kelurahan Sempaja Timur, Kelurahan Sempaja Selatan.

Kemudian Kecamatan Sungai Pinang yang meliputi Kelurahan Gunung Lingai, Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Bandara, serta Kecamatan Samarinda Ulu yang meliputi Kelurahan Sidodadi.

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda yang diketuai oleh alumnus Farmasi UGM, menggelar bakti sosial lewat program Peduli Banjir Samarinda. Foto: Ist
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda yang diketuai oleh alumnus Farmasi UGM, menggelar bakti sosial lewat program Peduli Banjir Samarinda. Foto: Ist

Baca juga: Sekolah Vokasi UGM Bikin warungjogja.com untuk Bantu UMKM

Kepada Kagama, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Samarinda, Eka Siswanto, M.Sc, Apt. menyampaikan, bakti sosial tersebut dilaksanakan secara bertahap di beberapa wilayah terdampak banjir.

Pada pagi hari bakti sosial dilaksanakan di daerah Kelurahan Sempaja, meliputi daerah Terong Pipit dan sekitarnya.

Kemudian pada sore hari, bakti sosial dilaksanakan di daerah Kelurahan Temindung Permai, khususnya di beberapa gang sekitar Jalan S.Parman dan Jalan Pemuda.

“Bisa dibayangkan apa yang mereka rasakan dan butuhkan di saat ujian banjir ini melanda mereka.”

“Ada yang mengungsi namun tak banyak yang bertahan di rumahnya dalam keterbatasan, kekurangan makanan, hingga banyak yang terserang penyakit,” ungkap alumnus S2 Fakultas Farmasi UGM ini.

Baca juga: Apa Saja yang Harus Disiapkan Indonesia untuk Menghadapi New Normal?