Kamis, 13 Juni 2024 | 13:31 WIB

Badan Standardisasi Nasional Sambut Baik Inovasi Model G2R Tetrapreneur sebagai Standardisasi Nasional untuk Ekosistem Asli Indonesia

KAGAMA.CO, JAKARTA – Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur bersama dengan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PPKTrans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT dan Transmigrasi) berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Jakarta belum lama ini.

Audiensi tersebut merupakan salah satu langkah G2R Tetrapreneur bersama dengan Ditjen PPKTrans untuk menguatkan G2R Tetrapreneur sebagai salah satu standar produk asli Indonesia yang berlandaskan gotong royong.

Audiensi ini pula masih dalam rangkaian pelaksanaan program Matching Fund 2023 Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Kabupaten Muna.

Pada paparannya Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. dan juga Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menjelaskan G2R Tetrapreneur merupakan model inovasi gotong royong gerakan wirausaha berkelanjutan berkemampuan untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan asli Indonesia menuju produk ikonik global.

Gerakan yang besar ini dipelopori sejak tahun 2018 sebagai program inovasi perdana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui fasilitasi Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Konsistensi dan visioner nya G2R Tetrapreneur ini pula diharapkan dapat dikelola oleh pusat dan menjadi salah satu standardisasi produk bergeraknya wirausaha asli Indonesia dengan proses bisnis berlandaskan Ekonomi Pancasila.

Standardisasi mutu menjadi suatu hal yang penting tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga untuk pasar internasional.

Diharapkan dengan G2R Tetrapreneur yang menjadi bagian dari standardisasi mutu nasional mampu untuk mendorong ekonomi desa dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berbasis kearifan lokal.

Salah satu visionernya standardisasi G2R Tetrapreneur adalah menerjemahkan intangible gotong royong menjadi tangible ekonomi.

UMKM di Indonesia, saat ini lebih berorientasi kepada penjualan, sementara di luar negeri, perusahaan lebih mengutamakan pencapaian visi dan misi terlebih dahulu untuk memperkuat merek atau brand mereka, baru penjualannya.

Beberapa produsen di negara luar menerapkan ISO sebagai salah satu alat pencaiapan visi dan misi mereka, sebagai jaminan atau assurance bahwa mereka juga bermitra dengan perusahaan yang berkualitas unggulan.

Selanjutnya, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. dalam paparannya menunjukkan salah satu konsep pada G2R Tetrapreneur adalah tidak adanya departemen melainkan fungsi yang menjadi dasar atau inti etos kerja dari Unit G2R Tetrapreneur.

Tidak ada hirarki maupun struktur, sebagai salah satu upaya dalam meminimalisir dominasi pihak tertentu.

Salah satu keunikan G2R Tetrapreneur adalah adanya penciptaan ekosistem khas pasar Indonesia.

Keunikan Ekosistem G2R Tetrapreneur menghadirkan inovasi yang menjaga keberlangsungan produksi lokal tanpa memaksa sehingga menghilangkan keunikan jati dirinya.

G2R Tetrapreneur berinovasi mendidik pasar untuk pembelian produk lokal.

Mendidik pasar dimaksudkan meluaskan pemahaman produk lokal memiliki standar, kapasitas produksi, dan kualitas berbeda dengan industri bermodal besar.

Selain itu, mendorong perubahan pola pikir dari berjualan menjadi berbisnis berkelanjutan secara gotong royong.

Kedua kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si., M.T. selaku Direktur Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PKKTrans), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) beserta jajaran staf; Ir. Rr. Aisyah Gamawati, M.M Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Utama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. dan juga Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Tim Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Tim Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standarisasi, dan Staf di Lingkungan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi. (*)

 


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA