Begini Peluang dan Tantangan Pembangunan Ibu Kota Negara

501
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Sustainable Development Goals Seminar Series (SDG’s Seminar Series) yang ke #74 yang digelar Rabu (24/2/2022). Foto: Istimewa
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Sustainable Development Goals Seminar Series (SDG’s Seminar Series) yang ke #74 yang digelar Rabu (24/2/2022). Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Sustainable Development Goals Seminar Series (SDG’s Seminar Series) yang ke #74 yang digelar Rabu (24/2/2022).

Adapun tema yang diusung adalah “Peluang dan Tantangan Pembangunan Ibu Kota Negara”.

Seminar ini dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom meeting, live YouTube, dan live report story Instagram.

Para narasumber untuk seri kali ini adalah Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc. (Guru Besar Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada) dan Prof. Dr. Ir. H.M. Aswin, M.M. (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur).

Moderator SDGs #74 adalah Dr. Erlis Saputra, M.Si. (Ketua Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada).

Host seminar adalah Dr.Geog. Dodi Widiyanto, S.Si., M.Reg.Dev. (Ketua Program Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada).

Tampil sebagai narasumber pertama, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc. yang memaparkan soal peluang dan tantangan keberlanjutan dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.

“Alasan kuat dilakukannya relokasi ibu kota beberapa negara di dunia adalah dampak perubahan iklim, utamanya ibu kota yang terletak di pesisir, salah satunya Jakarta.”

“Lokasi Kalimantan Timur yang lebih sentral diharapkan mampu meminimalisasi kesenjangan antarwilayah di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Nusantara Ibu Kota Negara Baru Trigger UGM Jadi Universitas Terbaik ASEAN Berkelas Dunia