Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengelola Wisata di Era Pandemi

49
Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo mengatakan
Bupati Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo mengatakan "holopis kuntul baris" merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti tolong menolong dan gotong royong. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SLEMANHolopis kuntul baris merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti tolong menolong dan gotong royong.

Demikian disampaikan Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo saat membuka webinar “Desa Wisata Show 2: Holopis Kuntul Baris.”

Webinar tersebut merupakan kerja sama PP KAGAMA dengan Pemerintah Kabupaten Sleman yang digelar pada Minggu (20/06/2021).

Menurut Kustini, slogan tersebut selalu digaungkan untuk membangkitkan semangat dalam menghadapi kondisi yang berat.

“Dengan keyakinan akan meringankan beban yang tengah kita hadapi bersama ini,” imbuhnya.

Baca juga: Gandeng Ormas Adat, KAGAMA Manado Salurkan Masker kepada Walikota Manado

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Ketua Bidang IV PP KAGAMA Prof. Paripurna P. Sugarda.

Menurut Paripurna, desa yang merupakan bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia, dan khususnya di Kabupaten Sleman, diharapkan tetap mampu menarik wisatawan.

Yakni dengan mengemasnya dalam aturan protokol kesehatan.

“Nantinya dapat menciptakan brand image, berwisata ke desa dengan aman dan selalu patuh untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM ini.

Sementara itu, Ketua DPD AELI DIY, Agus Supriyo menilai bahwa pandemi bukanlah penghambat yang tidak ada solusinya.

Baca juga: Kagama Singapura Berdonasi Jutaan Rupiah untuk Program Canthelan