Produk Unggulan G2R Tetrapreneur Dipamerkan, Siap Merambah Pasar Global

285
Biro Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY bersama Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur menyelenggarakan rangkaian kegiatan Expose Produk Unggulan pada tanggal 18 dan 21 Juni 2021. Foto: Ist
Biro Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY bersama Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur menyelenggarakan rangkaian kegiatan Expose Produk Unggulan pada tanggal 18 dan 21 Juni 2021. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Biro Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY bersama Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur menyelenggarakan rangkaian kegiatan Expose Produk Unggulan pada tanggal 18 dan 21 Juni 2021.

Rangkaian kegiatan Expose digelar pada tanggal 18 & 21 Juni 2021 di kompleks Kepatihan DI Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sukamto, S.H., M.H., Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat, Sekretariat Daerah DIY.

Dalam sambutannya, pihaknya mengatakan bahwa masalah Yogyakarta adalah tingkat kemiskinan masih berada di atas rata-rata nasional.

“Salah satu cara mengentaskan kemiskinan adalah pemberdayaan.”

“Arahan dari Gubernur D.I. Yogyakarta yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X bahwa cara mengoptimalkan potensi yang ada di kelurahan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan, dan mengoptimalkan reformasi birokrasi di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Pihaknya melanjutkan, Expose yang diadakan setiap tahun ini bertujuan untuk memperkenalkan olahan produk unggulan program G2R Tetrapreneur, serta sebagai bagian dari kurasi produk oleh mitra.

Produk Unggulan Desa Donoharjo dalam acara Ekspose Produk Unggulan Global Gotong Royong Tetrapreneur. Foto: Ist
Produk Unggulan Desa Donoharjo dalam acara Ekspose Produk Unggulan Global Gotong Royong Tetrapreneur. Foto: Ist

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengelola Wisata di Era Pandemi

Dalam setiap Expose, Biro Bermas menggandeng desa/kalurahan Mandiri Budaya yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Adapun total desa/kalurahan G2R Tetrapreneur adalah 21 desa/ kalurahan dengan 42 produk unggulan dan 86 pengembangan produk unggulan.

Model G2R Tetrapreneur merupakan wujud inovasi sinergi gerakan gotong royong dan wirausaha Desa yang hendaknya akan membawa kearifan lokal Indonesia ke peringkat dunia.

Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Biro Bermas) Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Setda DIY), mengusung G2R Tetrapreneur sebagai program pemberdayaan masyarakat melalui Dana Keistimewaan (Danais) Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Founder, konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D dalam kesempatan tersebut menjelaskan tujuan G2R Tetrapreneur.

Dosen FEB UGM ini menjelaskan, tujuan utama G2R Tetrapreneur adalah mengusung semangat gotong royong untuk memberdayakan kekuatan hakiki suatu negara yang mampu berkoordinasi di pentas global, baik pada aspek sosial budaya maupun ekonomi.

Tujuan kedua, mengembalikan pergeseran paradigma dengan kemandirian dan kewibawaan ekonomi akar rumput pada peran manusia.

Baca juga: Gandeng Ormas Adat, KAGAMA Manado Salurkan Masker kepada Walikota Manado