Kagama Papua Barat Dukung Pembangunan Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura di Kota Sorong

681
Kagama Papua Barat memberikan bantuan 1000 zak semen untuk pembangunan Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura di Kota Sorong. Foto: Kagama Papua Barat
Kagama Papua Barat memberikan bantuan 1000 zak semen untuk pembangunan Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura di Kota Sorong. Foto: Kagama Papua Barat

KAGAMA.CO, SORONG – Ketua Dewan Penasihat, Ketua Umum dan Jajaran Pengurus Daerah Kagama Provinsi Papua Barat berkunjung ke Pengurus Ikatan Keluarga Sunda, Jawa dan Madura (Ikaswara) Kota Sorong.

Kunjungan tersebut dilaksanakan di lokasi pembangunan gedung Sekretariat Ikaswara Kota Sorong pada Sabtu (29/5/2021).

Lokasi pembangunan tersebut terletak di Jalan Patriot, Kelurahan Klawuyuk Kota Sorong.

Rombongan Kagama Papua Barat disambut dengan penuh hangat oleh Ketua Ikaswara, Tupono dan jajaran pengurus.

Untuk diketahui, Ikaswara merupakan ikatan warga yang berasal dari suku Sunda, Jawa dan Madura yang berada di perantauan.

Ketua Kagama Papua Barat, Gabriel Asem, S.E., M.Si. Foto: Kagama Papua Barat
Ketua Kagama Papua Barat, Gabriel Asem, S.E., M.Si. Foto: Kagama Papua Barat

Baca juga: Bupati Alumnus UGM Ini Ingin Masyarakat Tambrauw Sejahtera dengan Potensi Perikanan yang Melimpah

Mereka menetap di Kota Sorong sejak akhir 70-an atau bahkan sudah ada sebelum itu.

Dalam kesempatan tersebut dilaporkan oleh Panitia Pembangunan, Harjito, S.STP, M.Si., bahwa mimpi besar untuk mewujudkan Gedung Sekretariat ini sudah ada sejak awal pembentukan pada tahun 1999.

Namun, kara Harjito, baru bisa mulai diwujudkan pada 2020 yang lalu.

“Di lahan seluas sekitar 1.800 m2 tersebut, selain gedung Sekretariat, juga akan dibangun pendopo dan rumah singgah.”

“Sarana prasarana yang akan dibangun ini akan menjadi pusat kegiatan organisasi dan juga kegiatan ekonomi, sosial kemasyarakatan bagi warga Ikaswara yang berada di Kota Sorong,” ujarnya.

Baca juga: Sambut Warga Papua di Jogja, Pratikno: Keterbatasan adalah Guru Paling Sempurna