Anak Agung Gede Putra: Produk yang Bagus Akan Menemukan Konsumennya Sendiri

219

Baca juga: PP Kagama Bekali Alumni Milenial dengan Personal Branding

Putra melanjutkan, era disrupsi turut berpengaruh pada pemasaran sebuah produk.

Dia meyakini bahwa produk yang bagus akan menemukan konsumennya sendiri, terutama di pasar virtual.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur pemasaran distribusi juga beragam. Hal ini memudahkan pelaku UMKM bergerak dari rumah untuk menjangkau dunia.

“Selama kita konsisten mengkreasikan produk yang baik, produk yang baik ini mampu menjual dirinya sendiri. Asal kita mampu memilih instrumen yang tepat untuk mendistribusikannya.”

“Yang menarik lagi, karena ini dimulai dari industri rumah tangga, ada fleksibilitas dalam skala bisnisnya,” terang Putra.

Baca juga: Dosen FEB UGM Ini Masuk Jurusan Akuntansi Berkat Menonton Film

Bentuk bisnis seperti ini, kata Putra, sangat mungkin dinaikkan, misalnya dengan cara open PO. Kalau ada orang pesan baru berproduksi.

Menurut Putra, hal ini akan mereduksi biaya-biaya yang harusnya tidak dikeluarkan, seperti halnya sebuah toko yang lebih besar.

“Kemudian dukungan ketika ada lompatan terendah cukup besar pun, cukup mudah digerakkan.”

“Kalau tadinya menggunakan satu mesin user mungkin investasinya kita hitung memadai, tinggal tambah mesin, tambah orang, dan sebagainya.”

“Jadi skill up nya skala untuk menaikkan kemampuan produksi kita sangat adaptif berdasarkan kemampuan kita,” jelasnya.

Baca juga: Dr. dr. Radjiman, Sosok yang Bijak dan Gemar Membela Wong Cilik Itu Telah Tiada

Bisnis skala rumah tangga, menurut Putra, juga berdampak pada lingkungan sekeliling.

Putra mencontohkan, misalnya produsen memetik buah. Lantas buah tersebut tidak bisa dikelola sendiri. Maka membeli buah dari tetangga adalah solusi.

“Tetangga ikut bahagia. Ada multiplier effect. Begitupun pemasarannya. Semua ikut terdampak mencapai kesejahteraan,” imbuhnya.

Selain itu, kata Putra, dalam berbisnis yang tak kalah penting adalah terukur dan terstandarisasi.

Sebagai owner, kata Putra, semua yang terkait dengan proses produksi hulu hingga hilir haruslah berada dalam kendali.

“Saya berharap kegiatan-kegiatan luar biasa yang diselenggarakan oleh Kagama Open Kitchen ini akan menguatkan kemampuan Indonesia membangun UMKM semakin kuat.”

“Semakin banyak orang mampu tidak hanya menjadi buruh, tetapi menjadi tuan atas dirinya sendiri, menjadi pengusaha, dan itu butuh ketajaman untuk kesediaan dan proses. Dan hari ini kita mulai proses itu,” pungkasnya. (Th)

Baca juga: Alumnus Jelaskan Peluang Penggunaan Big Data dalam Riset Biologi