Koordinator Staf Khusus Presiden: Bali Perlu Seimbangkan antara Gas dan Rem

260

Baca juga: Pesan Lucu Dosen Hukum UGM yang Jadi Bekal Hidup Subagya Santosa

Perhatian khusus diberikan pemerintah Pusat pada ekonomi Bali, mengingat Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi dalam dua kuartal terakhir.

Ari menyebut, pada kuartal I tahun 2020, saat ekonomi Indonesia tumbuh 2.97%, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi ( minus 1.14%); dan pada kuartal II saat perekonomian nasional terkontraksi ( minus 5.32%),  perekonomian Bali mengalami kontraksi paling dalam  dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia yaitu ( minus 10.98%).

Selain Bali, tercatat lima (5) provinsi lain yang juga mengalami kontraksi cukup dalam yaitu secara berturut-turut: Prov DKI Jakarta ( minus 8,22); Prov Banten ( minus 7,40); Prov DI Yogyakarta ( minus 6,74); Prov Kepulauan Riau ( minus 6,66); Prov Jawa Barat ( minus 5.98).

Ari menegaskan bahwa posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia serta  hub utama pariwisata Indonesia membuat penanganan covid-19 di Provinsi Bali semakin penting dan mendesak.

Anjloknya ekonomi Bali berdampak pada daerah daerah lain. Banyak aktivitas perekonomian di daerah lain yang terkait pariwisata Bali terkena dampak atas penurunan aktivitas pariwisata di Bali.

Baca juga: Alumnus FEB UGM Angkatan 1994 Raih Gelar Profesor Riset dari LIPI

Secara keseluruhan, kata Ari, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juli 2020 jika dibandingkan dengan Juli 2019 mengalami penurunan minus 89,12 persen atau 159,8 ribu pada Juli 2020, sedangkan pada Juli 2019 mencapai 1.468,2 ribu.

Jumlah kunjungan wisman Januari-Juli 2020 menurun 64,64 persen dibanding Januari-Juli 2019. Perkembangan tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Klasifikasi Bintang pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07% atau turun 28,66 poin dibandingkan TPK Juli 2019 sebesar 56,73%.

“Begitu juga penerbangan domestik Juli 2020 dibandingkan Juli 2019 mengalami penurunan 79,58 persen. Karena itu kesiapan Bali untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata sangat penting dan strategis maknanya bagi mengeliatnya kembali sektor pariwisata di daerah lain di Indonesia.”

“Untuk itu berbagai persiapan untuk  memulihkan kepercayaaan dan  membuat wisatawan  merasa aman untuk datang ke Bali kembali sangat diperlukan,” tutur Ari.

Ari mengingatkan berdasarkan hasil survei terlihat jelas masih adanya kekhawatiran di kalangan kelas menengah untuk bepergian, berbelanja dan berwisata.

Baca juga: Begini Tantangan Manajemen Human Capital Perusahaan di Masa Krisis