Dirut BNI Syariah Alumnus Pertanian UGM: Potensi Industri Halal di Indonesia Rp3192 Triliun

442

Baca juga: KAGAMA Gelanggang Qurban 2020, Siap Salurkan Kambing ke Masyarakat Lereng Merapi

Firman menegaskan bahwa industri halal dan syariah adalah pasar yang serius untuk dikembangkan.

Untuk itu, perbankan syariah bisa mengambil peran dalam hal akses permodalan.

“Syariah harus dijadikan sebagai arus ekonomi baru, mengingat jumlah umat muslim yang besar di dunia,” ujar Firman.

“Ke depan, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan memayungi kebijakan industri syariah,” beber pria kelahiran 1964 tersebut.

Firman, yang lebih dari 25 tahun bergelut di dunia perbankan, lantas memberikan pesan kepada adik-adik kelasnya mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Baca juga: KAGAMA Jepara Gagas Program Sejuta Canthelan Bersama Karang Taruna

Dia menyebut ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi era disrupsi. Yaitu tiga h: heart (iman), head (akal), dan hand (keterampilan).

Menurut Firman, tiga hal itu menjadi tolok ukur apakah seorang lulusan dapat memberikan kontribusi secara maksimal di dunia profesional.

Lebih lanjut, The Best CEO of Indonesian Islamic Bank 2019 versi Bisnis Indonesia ini juga memaparkan tujuh bekal keterampilan yang harus diasah para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

“Integritas (kejujuran), kompetensi (cerdas dan bijak), inovatif (kreatif), attitude (budi pekerti unggul), keunikan (melakukan yang terbaik), jaringan (pandai bersilaturahmi), dan leadership (menjadi teladan,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Cerita Fira Sasmita Jadi MC Virtual yang Penuh Tantangan