Kolam Lele ala Ketua RT KAGAMA Balikpapan Jadi Solusi Ketahanan Pangan Masa Pandemi

400

Baca juga: FISIPOL UGM Luncurkan Buku Tata Kelola Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kajian Awal

Alumnus Teknik Geodesi UGM angkatan 1994 ini menerangkan, kolam lele dibuat dalam 2 ukuran.

Pertama, kolam besar ukuran 3 x 6 m untuk lele yang siap dipanen 1 bulan yang akan datang. Kedua, kolam kecil ukuran 1,5 x 3m untuk panen 2-3 bulan kemudian.

Secara berkala, kata Arif, Satgas Covid di lingkungannya juga akan memantau perkembangan ikan lele tersebut hingga masa panen tiba.

“Warga yang lahannya dipakai untuk kolam lele diberi tugas untuk memberi makan lele dengan pakan yang disediakan,” ujar Arif.

“Mereka nanti akan memperoleh 10% dari hasil panen. Sedangkan sisanya akan diberikan secara gratis kepada seluruh warga RT 34 Kelurahan Gunungn Sari Ilir,” lanjutnya.

Isu ketahanan pangan pada masa pandemi corona coba diatasi warga KAGAMA Balikpapan dengan membikin kolam lele. Foto: KAGAMA Balikpapan
Isu ketahanan pangan pada masa pandemi corona coba diatasi warga KAGAMA Balikpapan dengan membikin kolam lele. Foto: KAGAMA Balikpapan

Baca juga: Dewan Riset Nasional Pimpinan Alumnus UGM Raih Penghargaan Top Digital Innovation Award 2020

Adapun pembuatan kolam lele di lingkungan Arif merupakan pengembangan dari program yang dilakukan KAGAMA Balikpapan, September 2019.

Kala itu, KAGAMA Balikpapan bekerja sama dengan pemerintah Kota Balikpapan. Yakni untuk memfasilitasi pembuatan kolam lele di kampung Kenangan RT 23 Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan membutuhkan dukungan untuk program penanggulangan stunting.

KAGAMA Balikpapan pun memberikan respons berupa bantuan. Mulai dari bahan material pembuatan kolam lele, bibit lele, pakan dan pendampingan dari petugas yang juga alumni.

Dukungan KAGAMA Balikpapan diberikan dari awal pembuatan kolam sampai masa panen dan bahkan membeli hasil panen.

Baca juga: Wejangan Prof. Mubyarto yang Mengiri Perjalanan Hidup Ketua KAGAMA Sukoharjo

Lebih lanjut, ke depan Arif dan warga RT 34 Gunung Sari Ilir juga akan menanam sayuran untuk menunjang ketahanan pangan di lingkungan.

Sayuran yang dipilih seperti kangkung, bayam, kacang panjang, timun, cabe rawit, pare, gambas dan lain sebagainya.

Berbagai sayuran tersebut akan ditanam dengan menggunakan polybag atau di pekarangan warga.

“Pak Fauzul Idhi dan Ical Chaniago selaku pengurus PP KAGAMA akan membantu berupa benih dan kantong polybag, sekaligus pendampingan ke warga RT,” ucap Arif.

“Diharapkan ke depannya warga RT dapat mendiri dan bisa memelihara lele sendiri dengan menggunakan drum, serta menanam sayuran untuk konsumsi keluarga,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: 2 Provinsi Pimpinan Gubernur KAGAMA Jadi yang Terbaik soal Perencanaan dan Pencapaian