Presiden Jokowi Dipuji Australia Soal Penanganan Kebakaran Hutan

240
Australia berterima kasih kepada Indonesia atas bantuan kiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk menangani kebakaran hutan. Foto: Tempo
Australia berterima kasih kepada Indonesia atas bantuan kiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk menangani kebakaran hutan. Foto: Tempo

KAGAMA.CO, CANBERRA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menghadiri jamuan santap siang kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia, David Hurley, di Government House, Canberra, Australia, Minggu (9/2/2020).

Presiden berkunjung bersama jajarannya, antara lain Menko Polhukam, Menlu, Menko Perekonomian dan Perindustrian.

Jamuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara penyambutan Presiden Jokowi di negeri Kanguru tersebut.

Alumnus Fakultas Kehutanan ini mengatakan bahwa kunjungan ke ibukota Australia, Canberra, kali ini merupakan yang pertama kali.

Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Baca juga: 3 Anggota KAGAMA Raih Penghargaan di Bidang Kesehatan pada HUT ke-123 Kota Balikpapan

“Kunjungan ini Saya lakukan pada saat situasi dunia tengah tak menentu dan dipenuhi berbagai macam tantangan, termasuk merebaknya virus Corona akhir-akhir ini,” tutur Presiden Jokowi dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretaris Negara.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa kunjungan dilakukan kala Australia juga tengah menghadapi tantangan kebakaran hutan yang cukup masif.

“Justru di saat seperti inilah pentingnya seorang teman untuk bertandang. Saling menguatkan di waktu sulit dan saling menguatkan untuk berkontribusi pada dunia,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jenderal Australia, David Hurley, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan yang melanda Australia.

“Kami berterima kasih untuk bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia dengan pengiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk berkontribusi pada Operation Bushfire Assist (Operasi penanganan kebakaran hutan),” kata Hurley.

Baca juga: Cerita Presiden Jokowi Saat Jadi Target Wartawan Sehari-hari