Sabtu, 25 Mei 2024 | 00:38 WIB

Kelompok Mana yang Paling Menderita dari Musibah Banjir?

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Malam tahun baru 2020 tak mampu menghadirkan euforia sukacita bagi sebagian besar masyarakat Jabodetabek.

Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sepanjang Selasa (31/12/2012) hingga Rabu (1/1/2020) dini hari berimbas pada musibah banjir.

Rilis Kompas pada Kamis (2/1/2020) melaporkan bahwa ada 31.323 warga dari 158 kelurahan yang mengungsi lantaran kediamannya terendam banjir.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sudah ada 16 korban yang meninggal dunia di Jabodetabek karena bencana ini.

Delapan orang di antaranya merupakan warga DKI Jakarta.

Adapun CNN Indonesia mengabarkan bahwa masih terdapat delapan titik area yang digenangi banjir.

Musibah banjir yang terjadi tentu saja menimbulkan berbagai kerugian bagi seluruh aspek dan kalangan.

Baca juga: Menjadi Bagian dari Sandwich Generation, Bagaimana Menghadapinya?

Sebab, selain aktivitas menjadi terhambat, masyarakat juga kehilangan harta benda.

Bahkan, kebutuhan pangan dan keterjaminan kesehatan mereka juga terancam jika banjir tak kunjung surut.

Namun, setiap korban memilki kerentanan masing-masing untuk menghadapi suatu bencana, tak terkecuali banjir di perkotaan.

Hal itu merupakan dugaan yang dikemukakan oleh Dian Adhitya Arif dan dua rekannya, Djati Mardiatna dan Sri Rum Giyarsih.

Mengutip pakar, mereka menilai, tingkat kerentanan masyarakat yang terdampak banjir ditentukan oleh beberapa kondisi.

Kondisi itu seperti keragaman fisik, sosial, ekonomi, lingkungan, dan proses yang terjadi.

Dian dan kawannya pun meyakini adanya perbedaan kerentanan masyarakat akan memengaruhi respons penduduk dalam beradaptasi dan memulihkan keadaan.

Baca juga: Tahun Baru di Rumah Saja? Ini Bisa Kamu Lakukan


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA