Kamis, 20 Juni 2024 | 19:54 WIB

Kaya Akan Potensi, Kecamatan Berbah Perlu Bangun Masyarakat Sadar Wisata

Baca juga: Prabowo dan Nadiem Makarim, Menteri Kabinet Indonesia Maju Terpopuler di Dunia Maya

Namun, candi Hindu ini belum berkembang, karena akses untuk menuju ke sana belum layak, terutama bagi objek wisata dengan kunjungan yang besar.

Kemudian ada Candi Abang. Candi ini sudah cukup cukup populer.

Diberi nama Abang, karena terbuat dari bata merah.

Candi Abang diselimuti rerumputan hijau, sehingga orang juga kerap menyebutnya Rumah Teletubbies.

Objek wisata lain yang tak kalah menarik adalah Goa Sentono.

“Goa ini dibangun dengan pahatan tangan manusia. Mereka memahat batuan di kaki bukit,” jelas alumnus FISIPOL UGM ini.

Selain sebagai tempat pemujaan dewa Hindu, Goa Sentono juga pernah dimanfaatkan oleh dosen ISI untuk pentas sendra tari.

Baca juga: Membingkai Keberagaman Ala Gus Baha

Selanjutnya, ada Goa Jepang yang estetis. Goa ini dibuat pada abad ke-19.

Diceritakan Wildan, dulu goa ini difungsikan untuk menyimpan senjata dan bom.

Objek wisata ini sering dikunjungi untuk olahraga dan tujuan wisata lainnya.

Ada lagi Lava Bantal, yang dalam kawasannya terdapat batuan merapi purba, terbentuk pada tahun 2009.

Namun, Lava Bantal saat ini mengalami persoalan manajemen pariwisata.

“Lava Bantal melintasi tiga desa. Tiga warga desa tidak bisa saling kompak, sehingga kurang dikelola secara profesional sebagai tempat wisata,” ujar Wildan.

Pihaknya sedang berusaha untuk mengubah nama tempat ini menjadi Kawasan Lava Bantal, agar wilayah-wilayah yang dilewati semuanya bisa terlibat mengelola.

Baca juga: Maksimalkan Media Sosial untuk Mencari Pekerjaan


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA