Gandeng UGM, Pemerintah Dorong Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Kubu Raya

301

Hal ini dilakukan supaya Kepala Desa juga bisa belajar membuat perencanaan pembangunan.

Meskipun masih ada beberapa sektor yang perlu dikembangkan, namun berdasarkan sejarahnya, Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki perkembangan cukup baik.

Ingin Tingkatkan Kemandirian Pangan dan Energi

Sementara itu, H. Muda Mahendrawan, S.H., Bupati Kabupaten Kubu Raya mengatakan saat ini Kubu Raya sudah berusia 12 tahun. Pihaknya tidak menutup berbagai langkah yang bisa dilakukan.

Uniknya, Kubu Raya tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur dan SDM. Tetapi, mereka juga berusaha mengembangkan etnis.

“Kini keberagaman penduduk sudah tinggi, ada Suku Bugis, Tionghoa, Banjar, dan Melayu. Pengembangkan etnis, karena ini merupakan aset yang luar biasa, jadi modal sosial yang baik,” jelasnya.

Baca juga: Ganjar Imbau Para Alumni Bantu Tim KKN-PPM Rasau Jaya untuk Membangun Daerah

Masih berkaitan dengan aset kabupaten, Kubu Raya merupakan daerah transmigrasi terbesar di Kalimantan Barat.

Bagi Muda, transmigran juga merupakan aset besar Kubu Raya. Bupati pertama Kubu Raya itu mengatakan sektor pangan tidak akan kuat jika tidak ada program transmigrasi.

“Aset-aset yang sudah ada merupakan peluang yang bisa dioptimalkan. Ini juga bisa jadi masukan untuk UGM dalam hal kajian, ide, dan gagasan,” ungkap alumnus S2 Kenotariatan UGM itu.

Terkait pembangunan desa, Kubu Raya ingin meningkatkan kemandirian pangan dan energi.

Sebab, menurut Muda hal ini tidak bisa ditunda dan harus diperkuat. Program kemandirian pangan dan energi ini juga merupakan langkah untuk memperkuat pemerintah desa.

Aset-aset yang sudah ada merupakan peluang yang bisa dioptimalkan. Ini juga bisa jadi masukan untuk UGM dalam hal kajian, ide, dan gagasan. Foto: Kinanthi
Aset-aset yang sudah ada merupakan peluang yang bisa dioptimalkan. Ini juga bisa jadi masukan untuk UGM dalam hal kajian, ide, dan gagasan. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua

Sementara terkait dana desa, Muda berusaha agar dana desa tetap aman. Dalam arti diupayakan agar tersalurkan secara siginifikan dengan program pembangunannya.

Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan dana desa non tunai yang menggunakan Case Manajemen System(CMS).

Hal ini diilakukan supaya penggunaan dana desa lebih transparan, sehingga tidak akan ada lagi penyalahgunaan, karena jejak transaksi sudah nampak.

Penghasil Beras Terbesar Kedua

Menyambung penjelasan Nurdin terkait hasil panen, Muda menyampaikan Kubu Raya merupakan kabupaten penghasil beras terbesar kedua se-Kalimantan Barat.

“Sebelumnya sudah pernah berkembang persat. Namun, kali ini harus dihidupkan lagi dengan cara memperkuat benih dengan berbagai kerja sama dan akan dipasarkan secara sistemik. Sebenarnya beras Kubu Raya sudah punya branding,” ungkap Muda.

Muda menambahkan, berbagai pengembangan ini diharapkan bisa berkelanjutan dengan berbagai strategi, terutama melalui kerja sama.

Setelah Nurdin dan Muda menyampaikan progress dan rencana jangka panjang pengembangan daerah, acara ditutup dengan penandatanganan MoU kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara UGM yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M. dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya oleh Bupati Muda. (Kinanthi)

Baca juga: Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Munas Kagama 2019